Rabu, 12 Oktober 2011

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL TRICHOMONIASIS


MAKALAH
KESEHATAN REPRODUKSI
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL TRICHOMONIASIS
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Praktik Kesehatan Reproduksi
Pembimbing : Marmi, S. ST

Logo STIKES Madani Yogyakarta - warna

Disusun Oleh :
Nyimas Novian Nisa
NIM : M10. 02. 0034




PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MADANI YOGYAKARTA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat atas berkat-Nya, penyususn dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan judul “ Penyakit Menular Seksual Trichomoniasis ”.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi, pada Program Studi DIII Kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta.
Penyususnan makalah ini dapat terwujud atas izin dan bimbingan, pengarahan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan yang baik ini penyusun hendak berterima kasih kepada :
1.    Marmi, S. ST. ; selaku dosen pembimbing dalam praktek Kesehatan Reproduksi D-III Kebidanan STIKes Madani Yogyakarta
2.    Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini
Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, maka dari itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi memperbaiki kekurangan ataupun kekeliruan yang ada. Demikian makalah ini kami susun, penyusun berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya, dan pembaca pada umumnya sehingga sedikit banyaknya dapat menambah ilmu dan wawasan.


Yogyakarta, 25 Juni 2011


    Penyusun   


DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................  ii
Daftar Isi ..........................................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................  1
A.    Latar Belakang ....................................................................................  1
B.    Tujuan ..................................................................................................  2
1.    Tujuan umum ................................................................................  2
2.    Tujuan khusus ...............................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................  3
A.    Definisi  Trikomoniasis......................................................................... 3
B.    Patofisiologi .........................................................................................  3
C.   Etiologi .................................................................................................  4
D.   Gejala Trikomoniasis ...........................................................................  5
E.    Tanda Fisik Penderita Trikomoniasis ..................................................  6
1.    Perempuan ....................................................................................  6
2.    Laki-laki .........................................................................................  7
3.    Anak sebelum usia pubertas .........................................................  7
F.    Konsekuensi Untuk Infeksi Trikomoniasis ..........................................  7
G.   Konsekuensi dari Trikomoniasis untuk Janin dan Bayi .......................  8
H.   Cara Penularan dari Trikomoniasis .....................................................  8
I.      Pencegahan ........................................................................................  8
J.    Pemeriksaan Laboratorium .................................................................  9
1.     pH Vagina .....................................................................................  10
2.     Tes Whiff ......................................................................................  10
3.    Sediaan Basah (wet mount) ..........................................................  10
4.    Pap Smear ....................................................................................  10
5.    Pemeriksaan Lain ..........................................................................  11
6.    Pemeriksaan PMS Lain ................................................................  11
K.    Pengobatan Trikomoniasis................................................................... 11
L.    Prevalensi Trikomoniasis ....................................................................  12
M.   Epidemiologi ........................................................................................  12
1.    Di Amerika Serikat ........................................................................  12
2.    Internasional ..................................................................................  12
N.   Mortalitas / Morbiditas .........................................................................  13
1.    Jenis kelamin .................................................................................  13
2.    Umur ..............................................................................................  14

BAB III SAP .....................................................................................................  15
BAB IV PENUTUP ..........................................................................................  17
A.    Simpulan ..............................................................................................  17
B.    Saran ...................................................................................................  18
Daftar Pustaka ................................................................................................  19
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Tidak ada orang yang ingin terkena Penyakit Menular Seksual atau PMS, sebab derita akibat penyakit hubungan seksual sangat besar, belum termasuk dengan potensi kehilangan kemampuan memiliki keturunan.salah satunya adalah Trikomoniasis.
Trikomoniasis, suatu tipe dari vaginitis, umumnya adalah sebuah Penyakit Menular Seksual (PMS).  Karena adanya kebiasaan penentuan jenis penyakit dan pengobatan oleh klien sendiri dan diagnosis oleh petugas kesehatan tanpa menggunakan pemeriksaan yang memadai, beberapa orang dengan trikomoniasis tidak terdiagnosis. 
Penentuan jenis penyakit sendiri dapat terjadi karena terdapatnya obat-obat yang dijual bebas.  Gejala dan tanda trikomoniasis tidak begitu spesifik, dan penegakan diagnosis memebutuhkan pemeriksaan laboratorium sederhana seperti sediaan basah (wet mount).
Trikomoniasis dapat menyebabkan seseorang kehilangan hari kerjanya karena adanya rasa yang tidak enak yang disebabkannya, sehingga infeksi ini seharusnya tidak diabaikan begitu saja.  Adanya kejadian infeksi gabungan dengan PMS lain penting untuk diperhatikan pada saat membuat diagnosis trikomoniasis. Trikomoniasis merupakan masalah bagi penderitanya karena gejala dan kemungkinan komplikasi yang disebabkannya. Para penderita penyakit menular ini pada umumnya tidak akan mengetahui terjangkit virus itu setelah beberapa minggu. Mereka tidak akan merasa sakit dan merasa sehat saja. Padahal virus tersebut sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Virus tersebut akan menyebabkan perubahan sel-sel pada leher rahim yang pada kasus tertentu akan mengakibatkan penyakit kanker.
Namun kebanyakan pada kenyataannya penderita tidak tahu kapan dia mulai terinfeksi Trichomonas vaginalis pada daerah genitalnya, karena pada awalnya penyakit ini jarang menimbulkan tanda dan gejala, sehingga mereka datang dalam keadaan sudah terinfeksi. Maka dari itu penyusun selain untuk memenuhi tugas praktik kesehatan reproduksi, penyusun juga ingin memberikan gambaran serta informasi mengenai PMS Trichomoniasis sehingga kita bisa mendeteksi secara dini penyakit ini.


B.   Tujuan
1.    Tujuan umun
a.    Mengetahui penyebab, tanda dan gejala, pencegahan, dan pengobatan penyakit trikomoniasis
2.    Tujuan khusus
a.    Memenuhi tugas praktek kesehatan reproduksi Prodi D-III Kebidanan STIKes Madani Yogyakarta
b.    Memberikan informasi dan gambaran mengenai penyakit trikomoniasi

BAB II
PEMBAHASAN
Trikomoniasis (sering disebut sebagai "trich") biasanya diobati dengan obat yang diresepkan. Infeksi bisa tidak nyaman dan dapat membuat seseorang yang telah lebih rentan terhadap human immunodeficiency virus (HIV), virus penyebab Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Nama penyakit ini jarang dibicarakan, tapi ini juga penyakit yang didapat dari kenikmatan sesaat. Penyakit yang sering didapat dari seringnya bertukar pasangan.
A.   Definisi Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Parasit ini paling sering menyerang wanita, namun pria dapat terinfeksi dan menularkan ke pasangannya lewat kontak seksual. Vagina merupakan tempat infeksi paling sering pada wanita, sedangkan uretra (saluran kemih) merupakan tempat infeksi paling sering pada pria.
B.   Patofisiologi
Pada gadis-gadis sebelum usia pubertas, dinding vagina yang sehat tipis dan hypoestrogenic, dengan pH lebih besar dari 4,7, pemeriksaan  dengan pembiakan (kultur) akan menunjukkan beberapa mikroorganisma.  Setelah gadis menjadi dewasa, dinding vagina menebal dan laktobasilus menjadi mikroorganisma yang dominan, PH vagina menurun hingga kurang dari 4,5.
Laktobasilus penting untuk melindungi vagina dari infeksi, dan laktobasilus adalah flora dari vagina yang dominan (walaupun bukan merupakan stau-satunya flora vagina).  Masa inkubasi sebelum timbulnya gejala setelah adanya infeksi bervariasi antara 3-28 hari.  Selama terjadinya infeksi protozoa Trichomonas vaginalis, trikomonas yang bergerak-gerak (jerky motile trichomonads) dapat dilihat dari pemeriksaan dengan sediaan basah.  PH vagina naik, sebagaimana halnya dengan jumlah lekosit polymorphonuclear (PMN).  Lekosit PMN merupakan mekanisme pertahanan utama dari pejamu (host/manuasia), dan mereka merespon terhadap adanya substansi kimiawi yang dikeluarkan trichomonas. Trichomonas vaginalis merusak sel epitel dengan cara kontak langsung dan dengan cara mengeluarkan substansi sitotoksik.  Trichomonas vaginalis juga menempel pada protein plasma pejamu, sehingga mencegah pengenalan oleh mekanisme alternatif yang ada di pejamu dan proteinase pejamu terhadap masuknya Trichomonas vaginalis.  
C.   Etiologi
Trikomoniasis, salah satu penyakit menular seksual yang paling umum (PMS), disebabkan oleh parasit yang disebut Trichomonas vaginalis. Parasit ini dapat hidup dalam saluran urogenital laki-laki dan perempuan dan menginfeksi setiap orang yang aktif secara seksual, terutama mereka yang tidak menggunakan perlindungan atau yang memiliki beberapa mitra. Parasit ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terkena penyakit ini.
Gambar. 1 Bakteri Trichomonas vaginalis.
·         Trichomonas vaginalis adalah protozoa dengan flagela.
·         Rata-rata masa inkubasi adalah 1 minggu namun dapat bervariasi antara 4-28 hari.
·         Trikomoniasis umumnya merupakan penyakit menular seksual.
·         Risiko untuk terkena infeksi ini tergantung pada aktifitas seksual klien.
Trikomoniasis menyerang (uretra) saluran kemih pada pria, namun biasanya tanpa gejala, sedangkan pada wanita, trikomoniasis lebih sering menyerang vagina. Resiko untuk terkena penyakit ini tergantung aktivitas seksual orang tersebut. Beberapa faktor-faktor resiko untuk terkena Trichomonas vaginalis termasuk hal berikut ini:
ü  Jumlah pasangan seks selama hidupnya
ü  Pasangan seksual saat ini
ü  Tidak memakai kondom saat hubungan seksual
ü  Memakai kontarsepsi oral (pil KB)
D.   Gejala Trikomoniasis
Gejala dapat muncul trich sedini 5 hari setelah hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi. Tapi trikomoniasis sering kali tidak terdiagnosis karena gejalanya mungkin tidak muncul sampai nanti, jika sama sekali.
Pada wanita, yang diserang terutama dinding vagina, dapat bersifat akut maupun kronik. Pada kasus akut terlihat sekret vagina keruh kental konsisensinya seperti susu, berwarna dari abu-abu ke hiajau lalu berubah ke kuning, berbau tidak enak dan berbusa. Dinding vagina tampak kemerahan dan sembab. Selain itu didapatkan rasa gatal dan panas di daerah vagina dari labia hingga paha bagian dalam, dan terjadi oedem pada labia. Rasa sakit saat buang air kecil dan sewaktu berhubungan seksual mungkin juga merupakan keluhan utama yang dirasakan penderita dengan trikomoniasis. Pasien dengan trikomoniasis dapat juga mengalami perdarahan pasca sanggama dan nyeri perut bagian bawah. Bila sekret banyak yang keluar, dapat timbul iritasi pada lipat paha atau di sekitar bibir vagina. Pada kasus yang kronis, gejala lebih ringan dan sekret vagina biasanya tidak berbusa.
Berbeda dengan wanita, pada laki-laki yang telah  terserang trikomoniasis sering tidak menunjukkan gejala apapun. Kalaupun ada, pada umumnya gejala lebih ringan dibandingkan dengan wanita. Gejalanya antara lain rasa sakit dan  peradangan pada skrotum kelenjar prostat, iritasi di dalam penis, uretrha, kulup, luka pada penis dan keluar cairan keruh namun tidak banyak, rasa panas dan nyeri setelah berkemih atau setelah ejakulasi, sulit buang aiar kencing.
Gambar 2. Gambaran sekret vagina pada penderita Trikomoniasis
E.    Tanda Fisik Penderita Trikomoniasis
1.     Perempuan
    1. Pada pemeriksaan panggul dengan spekulum, tanda-tanda trikomoniasis diantaranya  colpitis macularis (disebut sebagai strawberry cervix); keputihan yang purulen yang dapat berwarna putih krem, kuning, hijau atau abu-abu, keputihan yang berbusa, erythema vagina dan vulva.
    2. Colpitis macularis dan keputihan yang berbusa bersama-sama memiliki spesifisitas 99% dan secara sendiri-sendiri memiliki nilai prediksi positif (positive predictive value) 90% dan 62%.  Yang menarik, penelitian yang dilakukan oleh Wolner-Hanssen dkk. Menemukan bahwa pemeriksaan dengan mata telanjang (tanpa bantuan alat) menemukan colpitis macularis hanya 1,7% dari klien dengan trikomoniasis sedangkan pemeriksaan dengan bantuan kolposkopi mendapatkan colpitis macularis sebanyak 70% dari pasien yang menderita trikomoniasis yang dipastikan diagnosisnya dengan pemeriksaan sediaan basah.
    3. Sebagian besar dari gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik untuk infeksi trikomoniasis dan dapat terjadi pada berbagai infeksi vagina dan serviks yang lain.  Sehingga jika hanya bergantung pada pemeriksaan fisik saja banyak klien dengan trikomoniasis akan tidak terdiagnosis.   Diagnosis pasti trikomoniasis dapat ditegakkan dengan adanya protozoa berflagel yang terlihat dari pemeriksaan sediaan basah,  Papanicolaou (Pap) smears, atau media kultur.
2.     Laki-laki
    1. Kebanyakan laki-laki yang terinfeksi trikomoniasis tidak ada tanda fisik.
    2. Pada beberapa kasus, laki-laki dengan infeksi ini mungkin menunjukkan adanya discharge dari penis.
    3. Beberapa kasus yang lain mungkin ada tanda-tanda prostatitis atau epididymitis.
3.     Anak-anak sebelum usia pubertas
    1. Anak-anak sebelum usia pubertas yang terkena trikomoniasis akan menunjukkan gejala yang mirip dengan gejala pada klien remaja dan dewasa.
    2. Adanya Tricomonas vaginalis pada anak-anak sebelum pubertas harus dicurigai kemungkinan adanya kekerasan seksual.
    3. Pada bayi baru lahir perempuan, Tricomonas vaginalis yang didapat pada saat melewati jalan lahir dapat menyebabkan keputihan pada bayi pada minggu-minggu pertama kehidupannya.
F.    Konsekuensi Untuk Terinfeksi Trikomoniasis
peradangan yang disebabkan oleh trikomoniasis mungkin juga meningkatkan risiko seorang wanita memperoleh infeksi HIV jika ia terpapar HIV. Trikomoniasis pada seorang wanita yang juga terinfeksi HIV dapat meningkatkan kemungkinan penularan infeksi HIV kepada pasangan seks.
Lebih lanjut mengenai trikomoniasis, baru-baru ini Journal of Infectious Di­sease edisi Maret 2007 melaporkan wa­nita dengan infeksi trikomoniasis berisiko 50% lebih tinggi mengalami infeksi HIV daripada wanita yang tidak menderita tri­ko­moniasis. Penelitian yang dikomandoi oleh R. Scott McClelland ini menemukan sebanyak 806 kasus infeksi T.vaginalis dan 265 diantaranya menjadi terinfeksi HIV dari 1335 wanita pekerja seks di Mombasa, Kenya yang sebelumnya HIV-negatif.
G.   Konsekuensi dari Trikomoniasis Untuk Janin dan Bayi
Trikomoniasis pada wanita hamil dapat menyebabkan berat lahir rendah, prematur pecahnya ketuban, dan kelahiran prematur.
Pencegahan Trikomoniasis berpantang dari seks vaginal dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara 100% efektif mencegah penularan trikomoniasis seksual. Lateks kondom dan perangkat penghalang serupa lainnya dapat mengurangi tetapi tidak menghilangkan risiko tertular penyakit selama seks. Hindari berbagi handuk dan lap dengan orang lain untuk mencegah penularan non-seksual dari penyakit.
H.   Cara Penularan dari Trikomoniasis
Trikomoniasis menular melalui kontak seksual. Trichomania juga dapat bertahan pada objek terinfeksi seperti lap, dan mungkin dapat ditularkan melalui berbagi objek tersebut.
I.      Pencegahan trikomoniasis
Karena trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual, cara terbaik menghindarinya adalah tidak melakukan hubungan seksual. Kontak seksual dengan lebih dari satu pasangan atau dengan seseorang yang memiliki lebih dari satu pasangan meningkatkan risiko tertular PMS apapun.

Beberapa cara untuk mengurangi tertularnya penyakit ini antara lain:
ü  Pemakaian kondom dapat mengurangi resiko tertularnya penyakit ini. Ketika digunakan dengan benar dan konsisten, kondom mengurangi risiko PMS. Kondom lateks memberikan perlindungan yang lebih besar dari alam-membran kondom. Kondom wanita, terbuat dari poliuretan, juga dianggap efektif terhadap PMS.
ü  Tidak pinjam meminjam alat-alat pribadi seperti handuk karena parasit ini dapat hidup di luar tubuh manusia selama 45 menit.
ü  Bersihkan diri sendiri segera setelah berenang di tempat pemandian umum.
ü  Tidak menggunakan douche, karena menggunakan douche benar-benar dapat meningkatkan risiko wanita tertular PMS karena hal ini dapat mengubah flora alami vagina dan dapat menyiram bakteri lebih tinggi ke saluran kelamin.
Seorang yang sedang dirawat karena trikomoniasis juga harus diuji untuk PMS lainnya, dan harus punya waktu sendirian dengan dokter untuk secara terbuka mendiskusikan isu-isu seperti aktivitas seksual.
Tidak semua penderita akan merasa nyaman berbicara dengan orang tua tentang masalah ini. Tapi penting untuk mendorong mereka untuk berbicara dengan orang dewasa seperti aorangtua atau orang-orang yang terpercaya yang dapat memberikan fakta-fakta.
J.    Pemeriksan Laboratorium
Lakukan pemeriksaan laboratorium untuk klien yang memiliki gejala-gejala vaginitis.  Berbagai pemeriksaan dapat dilakukan dengan cepat dan dengan fasilitas laboratorium sederhana. Dasar dari pemastian diagnosis adalah pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan untuk mengeluarkan penyebab lain yang mungkin juga menyebabkan keluhan pada klien.

1.    pH vagina
a.     Penentuan pH vagina dengan cara menempelkan swab dengan sekresi vagina pada kertas  pH paper dengan nilai antara 3.5-5.5.
    1. pH vagina normal secara praktis menunjukkan diagnosis trikomoniasis negatif.  pH lebih dari  4.5 ditemukan pada trikomoniasis dan vaginosis bacterial.
    2. pH lingkungan 4,9-7,5, seperti pada kondisi:
-       haid,
-       hamil,
-       pemakaian kontrasepsi oral
-       pencucian vagina

2.    Tes Whiff
a.     Tes ini memeriksa adanya amine dengan menambahkan KOH pada discharge vagina dan membaui adanya bau seperti bau ikan, tes ini berguna untuk menyingkirkan kemungkinan vaginosis bakterial.
    1. Saat ini telah ada pemeriksaan pH Vagina  dan tes whiff yang dikombinasikan dalam satu bentuk tes  dengan tanda negatif positif.
3.    Sediaan Basah (Wet mount)
a.     Pemeriksaan dengan sediaan garam basah melalui mikrokoskop terhadap secret vagina yang diusapkan pada objek glass dapat mengidentifikasi protozoa yang berbentuk seperti tetesan air, berflagela, dan bergerak.  Pemeriksaan ini juga dapat menemukan clue cells (tanda adanya penyakit vaginosis bacterial).  Rasio sel darah putih (lekosit) terhadap sel epitel juga dapat dihitung.
    1. Sensitivitas pemeriksaan ini mencapai 40-60%.  Sedangkan spesifisitas dapat mencapai 100% jika sediaan garam basah segera dilihat di bawah mikroskop.
4.    Pap smear
a.     Sensitivitas untuk mendeteksi sama dengan pemeriksaan sediaan garam basah, yaitu 40-60%.
    1. Sedangkan spesifisitas mencapai 95-99% untuk petugas-petugas yang sudah terlatih.

5.    Pemeriksaan lain
a.    Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya trikomoniasis yaitu pemeriksaan biakan (kultur) secret vagina, direct immunofluorescence assay, dan Polymerase chain reaction (PCR)
6.    Pemeriksaan PMS lain
a.    Jika ditemukan trikomoniasis maka harus dilakukan juga pemeriksaan untuk PMS lain seperti sifilis, Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, HIV, hepatitis B, dan hepatitis C.
b.    Infeksi gabungan dengan gonore cukup tinggi.

K.   Pengobatan Trikomoniasis
Dokter dapat menentukan apakah ada infeksi trikomoniasis dengan melakukan pemeriksaan panggul atau genital dan dengan menguji sampel cairan vagina atau uretra. Pada wanita, infeksi juga dapat dideteksi pada Pap smear.
Trich dapat diobati dengan obat resep. Kedua mitra seksual harus dipertimbangkan terinfeksi dan diobati pada saat yang sama, bahkan jika kita tidak memiliki gejala. Karena banyak PMS mungkin tidak menimbulkan gejala yang jelas, remaja sering tidak tahu kapan mereka terinfeksi.
Pengobatan paling efektif untuk trikomoniasis adalah dengan obat minum metronidazol. Dosis biasanya 2 gram dosis tunggal ataupun 500 miligram dua kali sehari selama tujuh hari. Obat ini tidak boleh diberikan bila penderita dalam keadaan hamil 3 bulan pertama karena efeknya pada janin. Pada keadaan ini, penderita tersebut dapat menggunakan obat clotrimazole, yang penggunaanya secara dimasukan ke dalam vagina.
CDC merekomendasikan metronidazole untuk digunakan dalam kehamilan.  Namun, beberapa dokter lebih cenderung untuk memakai clotrimazole terutama pada trimester pertama kehamilan. Sedangkan pengobatan trikomoniasis untuk klien dengan HIV positif sama dengan klien dengan HIV negatif.
Gejala trikomoniasis pada pria yang terinfeksi biasanya akan hilang dalam beberapa minggu tanpa pengobatan. Namun, pria yang terinfeksi tersebut, walaupun tidak pernah memberikan gejala atau gejalanya sudah tidak ada, dapat terus menularkan ke pasangan seksualnya sampai ia selesai diobati. Oleh karena itu, kedua pasangan seksual tersebut harus diobati sekaligus untuk menghentikan penyebaran penyakitnya. Penderita yang sedang diobati disarankan tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan dan sebelum dinyatakan sembuh. Orang yang pernah terkena trikomoniasis tidak melindungi orang tersebut untuk tidak terkena lagi. Walaupun pengobatannya berhasil, orang tersebut dapat terkena infeksi kembali.
L.    Prevalensi Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah PMS dapat disembuhkan paling umum di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Diperkirakan 5 juta kasus baru terjadi setiap tahun pada wanita dan laki-laki.
M.   Epidemiologi
1.    Di Amerika Serikat
Trikomoniasis adalah satu dari PMS yang paling sering terjadi, dengan angka insiden sekitar 2-3 juta per tahun. Angka kejadian di Amerika Serikat sekitar 7.4 juta kasus baru setiap tahun. Angka pastinya sukar didapat karena kebanyakan kasus ini tidak dilaporkan atau tidak terdiagnosis. Secara global, WHO memperkirakan terdapat sekitar 180 juta kasus baru tiap tahunnya di seluruh dunia.
Sementara angka prevalensinya bervariasi dari 5% pada klien klinik KB sampai 75% pada pekerja seks. Trikomoniasis memiliki angka infeksi gabungan yang cukup tinggi dengan penyakit menular lain, seperti dengan gonore, yang diketahui berhubungan secara signifikan dengan infeksi trikomoniasis. Trikomoniasis juga memfasilitasi penularan human immunodeficiency virus (HIV). Trikomoniasis terdapat baik pada laki-laki maupun perempuan, namun lebih sering ditemukan pada perempuan. Sedangkan di Indonesia belum ada laporan mengenai penyakit ini.
2.    Internasional
Di seluruh dunia, angka insiden adalah sekitar 180 juta per tahun.  Sementara angka prevalensinya bervariasi dari 5% pada klien klinik KB sampai 75% pada pekerja seks.
N.   Mortalitas/Morbiditas
Trikomoniasis memiliki angka infeksi gabungan yang cukup tinggi dengan PMS lain.  Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Wolner-Hanssen dkk, menemukan gonore berhubungan secara signifikan dengan infeksi trikomonas.  Trikomoniasis juga memfasilitasi penularan human immunodeficiency virus (HIV).
Pada perempuan gejala adanya infeksi trikomoniasis dapat bervariasi dari tidak ada gejala (asimptomatik) sampai adanya tanda radang seperti gatal-gatal pada vagina dan adanya duh tubuh vagina (vaginal discharge/keputihan).
Pada perempuan hamil, trikomoniasis yang tidak diobati berhubungan dengan ketuban pecah dini, bayi berat lahir rendah dan cellulites pasca histerektomi.
1.    Jenis kelamin  
·         Trikomoniasis terdapat baik pada laki-laki maupun perempuan, namun lebih sering ditemukan pada perempuan.
·         Pada laki-laki, gejala adanya trikomoniasis bervariasi dari tidak ada gejala (asimtomatik/karier) sampai uretritis, prostatitis, atau epididymo-orchitis.
2.    Umur
Trikomoniasis lebih sering terjadi pada laki-laki dan perempuan yang aktif seksual baik remaja maupun dewasa. Adanya Trichomonas vaginalis pada populasi anak dapat untuk memprediksi kemungkinan adanya kekerasan seksual pada anak.

BAB III
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Materi/Mata Penyuluhan        : Penyuluhan Penyakit Trikomoniasis
Waktu                                      : 30  Menit
A.        Tujuan Pembelajaran Umum      : Untuk meningkatkan pendidikan kesehatan reproduksi kepada masyarakat terutama remaja dan setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat di daerah-daerah  memahami mengenai penyakit trikomoniasis.
B.        Tujuan Pembelajaran khusus      : Setelah mendapat penyuluhan masyarakat dapat :
1.    Mengetahui pentingnya menjaga kesehatan reproduksi
2.    Mengetahui penyakit trikomoniasis
3.    Mengetahui definisi, etiologi, gejala, dan bahaya penyakit trikomoniasis
4.    Masyarakat memperhatikan pola hidupnya dan menerapkan pola hidup sehat
5.    Dapat mengetahui dan menyebutkan siapa saja yang beresiko mengalami penyaki trikomoniasis dan cara mengcegah dari penyakit trikomoniasis
C.        Pokok Bahasan                          : Penyakit Trikomoniasis
D.        Sub pokok bahasan                    :
1.    Memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada masyarakat   mengenai penyakit trikomoniasis
2.    Bahaya penyakit trikomoniasis
3.    Memberikan pendidikan mengenai :
a.    Definisi trikomoniasis
b.    Etiologi trikomoniasis
c.    Gejala dan tanda trikomoniasis
d.    Orang-orang yang beresiko terkena penyakit trikomoniasis
e.    Penatalaksanaan trikomoniasis
4.   Kegiatan Penyuluhan Kesehatan    :
                                                                                                                                                  
No
Tahap Kegiatan
Kegiatan Pelatih
Kegiatan Peserta
Metode
Alat Bantu
Estimasi Waktu
1
2
3
4
5
6
7
1
Pendahuluan
Mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri.
Menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan.
Tujuan serta lamanya kegiatan.
Memberikan apersepsi.
Menjawab salam.
Memperhatikan.


5 Menit
2
Penyajian
Menyampaikan materi penyakit sifilis.
Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya.
Mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan.
Ceramah


Diskusi atau tanya jawab
Slide materi.
LCD.

20 Menit
3
Penutup
Menyimpulkan materi yang disampaikan.
Mengucapkan salam.
Mendengarkan


5 Menit

BAB IV
PENUTUP
A.   Simpulan
Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Parasit ini paling sering menyerang wanita, namun pria dapat terinfeksi dan menularkan ke pasangannya lewat kontak seksual.
Gejala dapat muncul trich sedini 5 hari setelah hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi. Tapi trikomoniasis sering kali tidak terdiagnosis karena gejalanya mungkin tidak muncul sampai nanti, jika sama sekali. Pada wanita, yang diserang terutama dinding vagina, dapat bersifat akut maupun kronik.
Cara terbaik menghindarinya adalah tidak melakukan hubungan seksual. Sedangkan pengobatan paling efektif untuk trikomoniasis adalah dengan obat minum metronidazol. Dosis biasanya 2 gram dosis tunggal ataupun 500 miligram dua kali sehari selama tujuh hari. Obat ini tidak boleh diberikan bila penderita dalam keadaan hamil 3 bulan pertama karena efeknya pada janin. Pada keadaan ini, penderita tersebut dapat menggunakan obat clotrimazole, yang penggunaanya secara dimasukan ke dalam vagina.
Gejala trikomoniasis pada pria yang terinfeksi biasanya akan hilang dalam beberapa minggu tanpa pengobatan. Namun, pria yang terinfeksi tersebut, walaupun tidak pernah memberikan gejala atau gejalanya sudah tidak ada, dapat terus menularkan ke pasangan seksualnya sampai ia selesai diobati. Oleh karena itu, kedua pasangan seksual tersebut harus diobati sekaligus untuk menghentikan penyebaran penyakitnya. Penderita yang sedang diobati disarankan tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan dan sebelum dinyatakan sembuh. Orang yang pernah terkena trikomoniasis tidak melindungi orang tersebut untuk tidak terkena lagi. Walaupun pengobatannya berhasil, orang tersebut dapat terkena infeksi kembali.
B.   Saran
Agar tidak terkena trikomoniasis, maka satu-satunya cara yang efektif mencegah penularan trikomoniasis seksual adalah menghindari dan tidak melakukan seksual. Lateks kondom dan perangkat penghalang serupa lainnya dapat mengurangi tetapi tidak menghilangkan risiko tertular penyakit selama seks. Hindari berbagi handuk dan lap dengan orang lain untuk mencegah penularan non-seksual dari penyakit.
Bila anda pernah melakukan hubungan seksual dini, maka periksa sedini mungkin status kesehatan kita. Penting bagi kita untuk mendeteksi tanda dan gejala penyakit ini, sehingga kita perlu mengenali kedua cairan vagina yang normal (biasanya bening atau keputihan, tidak memiliki bau, dan menyebabkan iritasi tidak ada) dan tanda-tanda bahwa sesuatu mungkin salah. Selain itu kita juga perlu memeriksakan tanda dan gejala PMS lainnya yag mungkin menyerang tubuh kita. Karena PMS jarang sekali terdeteksi dini. Jika pasangan anda menderita penyakit ini maka penting bagi kedua mitra mendapatkan pengobatan pada waktu yang sama.






DAFTAR PUSTAKA

eMedicine.com [diakses tanggal 23 Juni 2011]
http://en.wikipedia.org/wiki/Trichomoniasis [diakses tanggal 23 Juni 2011]
www.emedicinehealth.com [ diakses tanggal 23 Juni 2011]


2 komentar:

  1. Blog yang sangat menarik isinya informatif sekali .



    Punya Problem Penyakit Menular Seksual ? konsultasi chat online dengan dokter spesialis Kesehatan kelamin Gratis aman terjaga, privasi pasien terlindungi, dan anda bisa tenang berkonsultasi langsung dengan kami. Anda dapat menghubungi, Dokter spesialis kelamin kami untuk masalah penyakit Kencing nanah, herpes, sipilis, keputihan, Kutil kelamin ( Kodiloma Akuminata)ejakulasi dini dan masalah kelamin lainya
    Untuk Konsultasi klik :
    Kesehatan Kelamin

    Konsultasi Kesehatan Gratis

    Obat Penyakit Kelamin


    www.klinikapollo.net

    BalasHapus
  2. There is a safe & effective Natural Herbal Medicine. For Total Cure Call    +2349010754824,  or email him   drrealakhigbe@gmail.com       For an Appointment with (Dr.) AKHIGBE contact him. Treatment with Natural Herbal Cure. For:Dengue Fever, Malaria. Painful or Irregular Menstruation. HIV/Aids. Diabetics. Vaginal Infections. Vaginal Discharge. Itching Of the Private Part. Breast Infection. Discharge from Breast. Breast Pain & Itching. Lower Abdominal Pain. No Periods or Periods Suddenly Stop. Women Sexual Problems. High Blood Pressure Chronic Disease. Pain during Sex inside the Pelvis. Pain during Urination. Pelvic Inflammatory Disease, (PID). Dripping Of Sperm from the Vagina As Well As for Low sperm count. Parkinson disease. Obesity, Lupus.  Cancer.  Tuberculosis.  Zero sperm count. Bacteria, Impotence Fertility,Protoplasmic, Diarrhea. Herpatitis A&B, Rabies. Asthma.  Quick Ejaculation. Gallstone, Cystic Fibrosis, Schizophrenia, Crubs, Cirrhosis,  Premature Ejaculation. Herpes. Joint Pain. Stroke. Cornelia Disease, Weak Erection. Ovarian problem,  Erysipelas, Thyroid, Discharge from Penis. Bronchial Problem,  HPV.  Hepatitis A and B. STD. Staphylococcus + Gonorrhea + Syphilis. Heart Disease.  Pile-Hemorrhoid.rheumatism,  Impotence, thyroid, Autism, Sepsis Bacteria,  Penis enlargement, Prostate Problem,  Waist & Back Pain.  Male Infertility and Female Infertility. Etc. Take Action Now. contact him & Order for your Natural Herbal Medicine:  +2349010754824  and email him    drrealakhigbe@gmail.com    Note For an Appointment with (Dr.) AKHIGBE.I suffered in Cancer for a year and three months dieing in pain and full of heart break. One day I was searching through the internet and I came across a testimony herpes cure by doctor Akhigbe. So I contact him to try my luck, we talk and he send me the medicine through courier service and with instructions on how to be drinking it.To my greatest surprise drinking the herbal medicine within three weeks I got the changes and I was cure totally. I don't really know how it happen but there is power in Dr Akhigbe herbal medicine. He is a good herbalist doctor.

    BalasHapus

Translate