Sabtu, 03 November 2012

Fluor Albus [ Keputihan ]


Nama     : Nyimas Noviannisa
Nim                    : M10.02.0034
Kelas      : A/Keb/II
Prodi      : D-III Kebidanan
Mata Kuliah        : GINEKOLOGI
Dosen MK          : Sujiyatini, M.Keb



A. DEFINISI FLUOR ALBUS
Keputihan atau Fluor albus atau leukorrhea merupakan sekresi vaginal abnormal berupa cairan yang berlebihan pada wanita. Cairan tersebut tidak termasuk darah. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar, rasa terbakar di bibir vagina, kerap disertai bau busuk, dan menimbulkan rasa nyeri sewaktu bersenggama. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.
 Warna cairan keputihan bervariasi, dari putih, kekuningan, abu-abu, dengan konsistensi cair hingga kental atau bahkan berbentuk seperti kepala susu. Bau dari keputihan pun beragam, dapat tanpa bau, berbau telur busuk, bahkan anyir seperti ikan mentah.
Keputihan dapat menyerang wanita mulai dari kanak-kanak hingga menopause. Hal ini karena keputihan terbagi menjadi dua, fisiologik dan patologik. Menurut para pakar sex (pakar seksologi), perbedaan fisiologik dan patologik adalah, pada fisiologik cairan kadang-kadang berupa mukus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang. Sedangkan pada patologik, terdapat lebih banyak leukosit.

Keputihan karena fisiologik dapat ditemukan pada bayi yang baru lahir hingga berumur kira-kira sepuluh hari, waktu menarche, wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus (Coitus), waktu ovulasi, pada wanita berpenyakit menahun dengan neurosis, wanita hamil, dan wanita dengan ektropion porsionis uteri.
Sementara keputihan patologik utamanya disebabkan infeksi (jamur, kuman, parasit, virus). Namun dapat pula akibat adanya benda asing dalam liang senggama (vagina), gangguan hormonal akibat mati haid, kelainan bawaan dari alat kelamin wanita, adanya kanker atau keganasan pada alat kelamin terutama di leher rahim (servik).
Terdapat banyak pendapat mengenai Fluor albus (keputihan) ini adalah merupakan suatu penyakit atau bukan. Dalam beberapa buku dituliskan bahwa Fluor albus (keputihan) ini bukanlah suatu penyakit melainkan gejala dan merupakan gejala yang paling sering kita jumpai dalam ginekologi. Sebenarnya, fluor albus adalah keluarnya cairan yang berlebihan dan bukan merupakan darah dari alat kemaluan wanita (vagina).secara normal seseorang wanita selalu mengeluarkan cairan dari alat kemaluannya yang berasal dari :

ü  Transudat dinding vagina
ü  Lendir cervix
ü  Lendir kelenjar-kelenjar Bartholini dan Skene
           
Sedangkan  keputihan saat hamil merupakan peningkatan produksi lendir atau cairan yang keluar dari dalam vagina di kelenjar endoservical tanpa adanya sebab fatologis, terkadang cairan ini berbau kurang sedap dan mengganggu kenyamanan ibu. Namun lebih sering tidak menimbulkan keluhan. Menurut Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba dalam bukunya Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Dituliskan bahwa : “ Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genetalia, yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, namun merupakan manifestasi hampir dari semua penyakit kandungan .” [ hal. 385 ]

Oleh karena itu, penyebab utama keputihan harus dicari dengan melakukan anamnese (wawancara), pemeriksaan kandungan, dan pemeriksaan laboratorium.

Asal Fluor albus (Keputihan) :

      1.      Vulva
Sekret dalam vulva dihasilkan oleh kelenjar - kelenjar Bartholini dan skene. Sekret ini bertambah pada perangsangan, misalnya sewaktu coitus. Kelenjar - kelenjar tersebut di atas meradang misalnya karena infeksi dengan gonococcus, maka sekret berubah menjadi fluor.

      2.      Vagina
Vagina tidak mempunyai kelenjar dan dibasahi oleh cairan transudat dan oleh lendir dari cervix. PH dalam vagina ± 5 (lima) disebabkan kegiatan basil Diderlein yang mengubah glycogen yang terdapat dalam epitel vagina menjadi acidum lacticum. Dalam kehamilan cairan vagina bertambah secara fisiologis.

      3.      Cervix
Sekret cervix yang normal bersifat jernih, licin dan alkalis. Sekret ini dipengaruhi hormon - hormon ovarium baik kwantitas maupun kwalitasnya. Sekret bertambah juga pada infeksi (cervicitis) yang dipermudah kejadiannya oleh robekan cervix dan tumor cervix.

      4.      Corpus uteri
Corpus uteri Hanya menghasilkan sekret pada fase post ovulatoar. Sekret bertambah pada endemotritis akut, kalau ada sisa placenta, polyp, myoma, submucosa dan carcinoma.

      5.      Tuba
Walaupun jarang mengeluarkan flour albus, kadang - kadang terjadi pada hydrosalpinx profluens.

B. ETIOLOGI FLUOR ALBUS

Sepanjang hidupnya, seorang wanita diperkirakan pernah mengalami Fluor albus (keputihan) minimal sa­tu kali. Fluor albus banyak di­alami oleh wanita usia reproduktif.

E. Tjitra,dkk dari Pusat Penelitian Pe­nya­kit Menular, Departemen Kesehatan RI menemukan, Etiologi terbanyak dari 168 pasien fluor albus yang datang ber­obat ke Puskesmas Cempaka Putih Barat I, Jakarta tahun 1988/1989 adalah :
ü  Candidiosis sebesar 52,8%
ü  Trichomoniasis 3,7%
ü  Infeksi campuran Tri­chomoniasis dan Candidiosis 4,3%
ü  Gonorrhoe 1,2%, dan
ü  Bakterial Vaginosis 38%.

Penelitian itu juga melaporkan bahwa dari 18 ibu hamil dan 25 ibu tidak hamil dan tidak ber-KB yang mengalami fluor albus, sebagian besarnya terinfeksi Candidiosis yaitu 66,7% dan 48%. Se­men­ta­ra itu, pada 77 akseptor KB AKDR dan 30 akseptor KB hormonal yang meng­alami fluor albus, sebagian besar juga ter­in­fek­si Candidiosis yakni 54,6% dan 53,3%. Melihat hasil survei tersebut, tak meng­he­rankan kasus candidiosis sering ditemukan di poli klinik kesehatan ibu dan anak atau poli klinik kebidanan.
  
Penyebab utama fluor albus abnormal adalah infeksi daerah genital.  Bisa infeksi di daerah vulva, vagina, mulut rahim, selaput lendir rahim, dan saluran telur. Infeksi ini bisa berwujud jamur, kuman,virus, parasit atau hewan bersel satu. Penyebab lainnya adalah kondisi tubuh yang menurun atau kelelahan, perubahan hormon tubuh, dan masuknya benda asing. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.
Penyebab keputihan secara umum yang berhubungan dengan aktifitas atau kebiasaan sehari-hari adalah :
Ø  Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
Ø  Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis
Ø  Sering menggunakan WC Umum yg kotor
Ø  Tidak mengganti panty liner
Ø  Membilas vagina dari arah yang salah. Yaitu dari ke arah anus ke arah depan vagina
Ø  Sering bertukar celana dalam/handuk dgn orang lain
Ø  Kurang menjaga kebersihan vagina
Ø  Kelelahan yang berlebihan
Ø  Stress
Ø  Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
Ø  Memakai sembarang sabun untuk membasuh vagina
Ø  Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, ridur kurang)
Ø  Tinggal di daerah tropis yang lembab
Ø  Lingkungan sanitasi yang kotor.
Ø  Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
Ø  Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
Ø  Kadar gula darah tinggi
Ø  Hormon yang tidak seimbang
Ø  Sering menggaruk vagina
Sedangkan sebab – sebab Fluor albus (keputihan) menurut medis adalah :

Ø  Bertambahnya sekret yang normal, sifat jernih.
Ø  Konstitusionil : Pada keadaan astheni, anaemia, nephritis kronis dan pada bendungan umum.(decompensatio cordis, cirrhosis hepatis).
Ø  Kelainan endokrin. Seperti pada fuctional bleending (kadar oestrogen tinggi), pada kehamilan (kerena hydraemia dan pengaruh endoktrin).
Ø  Infeksi yang biasanya menimbulkan fluor yang berwarna kuning atau hijau.
Infeksi :
o   Vulvitis – vulvovaginitis
Disebabakan oleh :
-          Kuman-kuman : streptococcus, staphylococcus, haemophilus vaginalis, bacil tbc, bacil coli.
-          Protozoa : trichomonas vaginalis
-          Fungus : monilia
-          Cacing : oxyuris (pada anak)
o   Vaginitis (Klopitis)
Vagina pada wanita dewasa agak resistant terhadap infeksi yang ditimbulkan oleh :
-          Bacil Döderlein
-          Micrococcus catarrhalis
-          Bacil coli
Kemungkinan infeksi lebih besar pada anak dan wanita dalam menopause (vaginitis senilis).

3      Jenis Vaginitis :
a)      Trichomunaisis. Disebabkan oleh parasit Trichomonaisis vaginalis yang menimbulkan cairan berbau, banyak, berwarna kuning kehijauan dan kadang berbusa, sangat gatal dan terasa perih, Bisa menular melalui hubungan seks.
b)      Vaginosis. Disebabkan oleh bakteri Garnerella vaginalis. Cairan yang keluar sedikit berwarna abu-abu, dan bau tak sedap.
c)      Infeksi jamur / Candidiosis vulvovaginal. Disebabkan oleh Candida albicans (salah satu enis jamur yang normal ditemukan di daerah vagina) jika terjadi perubahan kondisi ekosistem pada organ vagina. Jamur ini akan membiak melampaui batas normal. Gejalanya : terdapat cairan kental dalam vagina. berwarna putih dan berbau tak sedap, timbul rasa gatal, nyeri dan panas saat buang air kecil atau berhubungan intim. Candida albicans adalah jamur pelahap glukosa/gula, jika terjadi ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh yg memicu naiknya gula darah Candida albicans akan membiak pesat, maka terjadilah infeksi jamur / Candidiosis. Candidiosis vulvovaginal (KVV) tidak di­­golongkan dalam infeksi menular seksual karena jamur Candida albicans merupakan or­ganisme komensal pada traktus genitalia dan intestinal wanita. Selain itu, pada ke­nyataannya KVV juga ditemukan pada wa­ni­ta yang hidup selibat (biarawati). Akan tetapi, kejadian KVV dapat dikaitkan de­ngan aktivitas seksual. Frekuensi KVV me­ningkat sejak wanita yang bersangkut­an mulai melakukan aktivitas seksual.
o   Cervicitis
Disebabkan oleh
-          Gonococcus
-          Staphylococcus
-          Streptococcus

o   Endometritis
Biasanya terjadi apabila terdapat sisa placenta atau neoplasmaa
o   Salpingitis
Disebabkan oleh :
-          Gonococ
-          Streptococ
-          Staphylococ
-          Bac tbc.

Ø  Sebab - sebab lain seperti :
o   Corpus allienum :
-       pessarium,
-       rambut kemaluan
-       rambut wol,
-       kain atau kapas
o   Alat - alat atau obat - obat kontrasepsi (KB)
o   Fistula (fistula vasicovasginalis, fistula rectovaginalis)

Ada beberapa jenis penyakit yang ditandai dengan adanya keputihan berdasarkan bakteri, parasit, jamur, virus penyebabnya :

1)   Gonococcus, atau lebih dikenal dengan  nama GO. Ditandai dengan warna putih kekuningan,atau kuning kehijauan yang sebetulnya merupakan nanah yang terdiri dari sel darah putih yang mengandung kuman Neisseria gonorrhoea. Kuman ini mudah mati setelah terkena sabun, alkohol, deterjen, dan sinar matahari. Cara penularannya melalui senggama.


Gambar 1.1 Gonococcus

2)   Trichomonas vaginalis, Parasit Trichomonas Vaginalis. Biasanya menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu. ditandai dengan cairan putih yang disertai dengan buih.


Gambar  1.2 Trichomonas vaginalis

3)   Candida albican, ditandai dengan cairan kental, berwarna putih susu (sering berbentuk kepala susu) yang disertai dengan gumpalan seperti gel dan menyebabkan rasa gatal. Vagina menjadi kemerahan akibat radang. Predisposisinya adalah kehamilan, Diabetes melitus, akseptor pil KB.


Gambar 1.3 Candida albican

4)   Chlamydia trachomatis, kuman ini sering menyebabkan penyakit mata trakhoma. Ditemukan di cairan vagina dengan pewarnaan Diemsa.
Gambar 1.4 Chlamydia trachomatis
5)   Gardnerella, menyebabkan peradangan vagina tak spesifik. Biasanya mengisi penuh sel-sel epitel vagina berbentuk khas clue cell. Menghasilkan asam amino yang akan diubah menjadi senyawa amin bau amis, berwarna keabu-abuan.
Gambar 1.5 Gardnerella
6)   Treponema pallidium, adalah penyebab penyakit kelamin sifilis. Penyakit ini dapat terlihat sebagai kutil-kutil kecil di liang senggama dan bibir kemaluan.

Gambar.1.6 Treponema pallidium
Parasit penyebab keputihan terbanyak adalah Trichomonas vaginalis. Cairannya banyak, berbuih seperti air sabun, berbau, gatal, vulva kemerahan, nyeri bila ditekan atau perih saat buang air kecil. Sementara keputihan akibat virus disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) dan  Herpes simpleks.

C. GEJALA FLUOR ALBUS

Gejala Fluor albus (Keputihan) sebagai brikut ;

1. Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Kemungkinan, gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.

2. Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya. Biasanya Keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah,dengan kata lain dipengaruhi oleh daya imun dalam tubuh seseorang. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.

3. Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.

4. Gadis muda terkadang juga mengalami Fluor albus (keputihan) sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

D. DIAGNOSIS FLUOR ALBUS

Keputihan bukan penyakit, tetapi gejala dari berbagai penyakit sehingga memerlukan tindak lanjut untuk menegakkan diagnosis.

Diagnosis fluor albus (keputihan) :
1.      Anamnesa :

·         apakah ada faktor gonorrhoe/partner?
·         Sejak kapan terjadinya?
·         Bagaimana hubungannya dengan menstruasi?
·         Apakah disertai gatal?
·         Apakah berbau?
·         Apakah disertai gumpalan?
·         Apakah bercampur darah?
·         Apakah disertai panas?
·         Apakah terasa nyeri dibagian bawah?
·         Apakah disertai kontak berdarah?
·         Apakah sedang hamil?

2.      Pemeriksaan inspekulo

Pemeriksaan spekulum burtujuan untuk mencari penyebab keputihan
a.       Darimana asalnya keputihan
         Mulut rahim
         Hanya bersifat lkal dalam vagina
b.      Bagaimana dinding vagina
         Warnanya
         Apakah terdapat bintik merah, sepeti digigit nyamuk
         Apakah keputihan bergumpal atau encer
         Apakah keputihan melekat pada dinding vagina
c.       Bagaimana mulut rahim (Portio)
         Apakah tertutup oleh keputihan
         Apakah terdapat perlukaan
         Apakah mudah berdarah

3.      Pemeriksaan Laboratorium

Penyebab keputihan adalah infeksi, benda asing, dan keganasan. Dengan demikian pemeriksaan  laboratorium untuk menegakkan infeksi ( trikomonas, candida albikan, bakteri, spesifik ) dan papsmear untuk kemungkinan keganasan. Bidan dapat melakukan tindakan :
·         Melakukan pertanyaan tentang berbagai masalah keputihan
·         Melakukan pemeriksaan inspekulo
·         Pengambilan preparat pemeriksaan laboratorium dan papsmear
·         Melakukan konsultasi dengan puskesmas dengan puskesmas atau dokter ahli

4.      Keadaan umum

5.      Pemerikasaan dalam

6.      Pemerikasaan mikrobiologis dan bakteriologis

·         Cairan yang seperti susu biasanya berasal dari vagina.
·         Cairan yang liat mucopurulent berasal dari cervix.
·         Cairan yang purulent biasanya biasanya disebabkan Gonococcus.
·         Zat seperti keju oleh monilia, biasanya disertai gatal yang sangat.
·         Cairan yang jernih terdapat pada astheni.
·         Fluor bercampur darah terdapat pada malignitas, endometritis senilis.
·         Fluor albus pada anak biasanya disebabkan oleh : Gonococcus, Corpus allienum, Oxyuris.
·         Fluor albus pada pubertas dapat disebabkan : astheni, rangsang seksual (onani).
·         Fluor pada orang tua : kolpitis dan endometritis senilis, carcinoma.

Perlu pembinaan kerja sama antara bidan dengan puskesmas, agar dapat memberi pelayanan dan pengayoman medis yang lebih bermutu dan menyeluruh.

Komplikasi

Komplikasi fluor albus ialah pruritus, eczema dan condylomata acuminate sekitar vulva.

Terapi

Fluor albus ditangani tergantung dari etiologi pnyakitnya.
































TATALAKSANA KEPUTIHAN oleh BIDAN



 














                                                                          
 



­­



Diagram 1.1 Tatalaksana keputihan oleh Bidan



Tabel. 1.1 Tatalaksana keputihan oleh Bidan


E. KOMPLIKASI FLUOR ALBUS

Komplikasi Fluor albus (keputihan) ialah Pruritus, Eczema dan Condylomata acuminata sekitar vulva.
Berikut contoh penderita komplikasi Fluor albus :



 

Gambar 1.7 Pruritus
jle.com



Gambar 1.8 Eczema textbookofbacteriology.net







Gambar 1.9 Condylomata acuminata savemysystem.co.uk




F. TERAPI FLUOR ALBUS

Terapi Fluor albus (keputihan) tergantung dari etiologi. Untuk kasus keputihan yang abnormal sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan. Jangan menundanya sampai parah, karena dapat berdampak infeksi ke arah saluran atas yang tentunya lebih berbahaya efeknya.

Namun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keputihan diantaranya adalah:
  1. Melakukan Vulva Higiene Penting untuk menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), terutama organ reproduksi.
  2. Ganti celana jika basah, dan keringkan
  3. Penggunaan pakaian dalam harus bersih, tidak ketat, dan gunakan bahan yang mudah menyerap keringat.
  4. Sering mengganti pembalut pada saat haid
  5. Hindari menggunakan pembersih vagina. Jika tak sedang menderita keputihan, bersihkan vagina dan sekitarnya cukup dengan air bersih saja, tidak usah yang mengandung sabun/antiseptik karena khawatir dapat merusak kuman yang baik.


G. DAFTAR PUSTAKA
           

Sumber buku referensi :

http://www.books.google.co.id.

Anonim. 2009. Fluor Albus (Leucorrhoe).

Anonim. 2010. Keputihan. http://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan. [ update 13/03/2011 ]

Gde Manuaba Ida Bagus ,Prof. Dr.   Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan . [hal. 386] / [update 13/03/2011 ]

John Burns. 1987. The principles of midwifery: including the diseases of women and children. [ terjemahan dari hal. 84 ] / [ update 13/03/2011 ]

[ update13/03/2011 ]
[ update13/03/2011 ]
[ update13/03/2011 ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate