Sabtu, 03 November 2012

Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi reproduksi perempuan dapat dibagi menjadi dua tahapan utama:
1.   Persiapan tubuh wanita untuk menerima konsepsi dan kehamilan,
2.  Masa kehamilan itu sendiri.
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus - hipofisis – adrenal – ovarium. Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi yaitu :
-    payudara,
-    kulit daerah tertentu,
-    pigmen dan sebagainya.

1.   STRUKTUR REPRODUKSI WANITA
Organ reproduksi wanita terdiri atas organ reproduksi luar (genetalia ekterna) dan organ reproduksi dalam (genetalia internal).
Genetalia Eksternal (sampai vagina) : berfungsi dalam kopulasi
Genetalia Internal    : berfungsi dalam ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran. Alat / organ eksternal dan internal ini, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.

1.1 Organ Reproduksi Luar  ( genetalia eksternal)
Organ-organ reproduksi eksternal dalam arti sempit  adalah alat kandungan yang dapat dilihat dari luar bila wanita dalam posisi litotomi. Genetalia eksterna secara kesatuan disebut vulva atau pudendum. Vulva adalah bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong, berukuran panjang mulai dari klitoris, kanan-kiri dibatasi bibir kecil, sampi belakang dibatasi perineum. Genetalia eksternal feminina terdiri dari :
1)        Mons veneris
2)       Labia Mayora
3)       Labia Minora
4)       Klitoris
5)       vestibulum
6)       orifisium uretra aksterna
7)       Introitus vagina
8)       hymen
9)       perineum

a. Mons Veneris (mons pubis)
Mons Veneris merupakan bagian yang menonjol/menggunung yang terdiri dari lapisan lemak di bagian anterior symphisis os.pubis. Pada masa pubertas kulit dari mons veneris ini mulai ditumbuhi rambut kemaluan (pubis).
Pada wanita, rambut ini tumbuh membentuk sudut lengkung sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atas.
Mons veneris berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan-benturan dari luar dan dapat menghindari infeksi dari luar.

b.  Labia Mayora (bibir besar kemaluan)
Labia mayor adalah dua lipatan kulit longitudinal yang merentang ke bawah dari mons pubis dan menyatu disisi posterior perineum, yaitu kulit antara pertemuan dua lipatan dan anus. Berbentuk lonjong dan menonjol, yang berasal dari mons veneris dan berjalan ke bawah dan belakang.
Terdiri dari 2 permukaan :
a.      Bagian external, menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi rambut.
b.     Bagian internal, menyerupai selaput lendir dan mengandung banyak keenjar sebacea.
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena.
Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora sinistra dan dextra bersatu disebelah belakang dan merupakan batas depan dari perinium (commisura posterior/frenulum).
Labia mayora Terdiri atas bagian kanan dan kiri lonjong mengecil ke bawah dan bersatu di bagian bawah. Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut (lanjutan dari mons veveris), kelenjar lemak, dan kelenjar keringat. Bagian dalamnya tidak berambut dan mengandung kelenjar lemak. Labia minor homolog embriologik (serupa dengan struktur dan asalnya) dengan skrotum pada laki-laki.
c.   Labia Minora
Labia minora adalah dua lipatan jaringan tipis (kulit) diantara labia mayora (disebelah medial dari labia mayora). Di daerah ini dijumpai frenulum klitoris, preputium, dan frenulum pudenti. Kedua lipatan tersebut (sinistra & dextra) bertemu di atas (preputium clitoris) dan dibawah clitoris (frenulum clitoris). Lipatan ini tidak mempunyai folikel rambut, tetapi mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat. Pada jaringan ini banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf, di bagian belakang kedua lipatan setelah mengelilingi orificium vaginea bersatu juga, disebut fourchet (hanya nampak pada wanita yang belum pernah melahirkan anak).

d.  Klitoris
Klitoris Merupakan tanggul yang erectil terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.
klitoris Analoog embriologik dengan penis pada pria, tetapi lebih kecil dan tidak memiliki mulut uretra. Klitoris identik dengan penis pada pria, kira-kira sebesar kacang hijau dan ditutupi oleh frenulum kitoris. Glans klitoris berisi jaringan yang dapat berereksi, pada klitoris terdapat reseptor androgen, dan juga mengandung banyak pembuluh darah, urat-urat saraf sensoris dan ujung serabut saraf ,sehingga bersifat sangat sensitif.
a.      Klitoris terdiri dari:
§  Dua  kruka (akar),
§  Satu batang (badan)
§  Satu glans klitoris bundar yang banyak mengandung ujung saraf dan sangat sensitif.
b.     Batang klitoris mengandung dua korpora kavernosum yang tersusum dari jaringan erektil. Saat mengembung dengan darah selama eksitasi seksual, bagian ini bertanggung jawab untuk ereksi klitoris.

e.  Vestibulum
Vestibulum adalah area yang dikelilingi labia minora. Vestibulum Berasal dari sinus urogenital. Vestibula menutupi mulut uretra, mulut vagina (Introitus Vagina), dan duktus kelenjar bartolini (vestibular besar). Vestibulum merupakan rongga, sebelah lateral dibatasi oleh kedua labia minora, anterior oleh clitoris, dan dorcal oleh fourchet.
Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina (liang senggama) , saluran kencing, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini akan mengeluarkan cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga memudahkan penetrasi penis).
a.   Pada vestibulum terdapat muara-muara dari vagina – urethra dan terdapat 4 lubang kecil yaitu :
ü  2 muara dari kelenjar Bartholini yang terdapat di samping dan agak ke belelakang dari introitus vaginae.
ü  2 muara dari kelenjar skene di samping dan agak dorsal dari urethra.
b.   Kelenjar bartholini homolog dengan kelenjar bulbouretral pada laki-laki. Kelenjar ini memproduksi beberapa tetes sekresi mukus untuk membantu melumasi orifisium vaginal saat eksitasi seksual.
c.    Bulba vestibular adalah massa jaringan erektil dalam di substansi jaringan labial. Bagian ini sebanding dengan korpora spongiosum penis.
d.   Terdapat 6 lubang/orificium pada vestibulum, yaitu :
ü  orificium urethrae externum
ü  introitus vaginae
ü  ductus glandulae
ü  bartholinii kanan-kiri danduktus Skene kanan-kiri.
ü  fossa navicularis diantara fourchet dan vagina
ü  Introitus / orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum.

f.   Orifisium Uretra
Orifisium uretra adalah jalur keluar urine dari kandung kemih. Tepi lateralnya mengandung duktus untuk dua kelenjar parauretral (sekene) yang dianggap homolog dengan kelenjar prostat pada laki-laki.

g.  Introitus Vagina (mulut vagina)
Introirus vagina adalah pintu masuk ke vagina. Introitus vagina terletak di bawah orifisium uretra.

h.  Hymen (selaput dara)
Hymen (selaput dara) merupakan selaput yang menutupi intriotus vagina. Merupakan lapisan yang tipis dan menutupi sebagian besar dari introitus vaginae. Biasanya berlubang sebesar ujung jari hingga getah dari genitalia interna dan darah haid dapat mengalir ke luar, membentuk semilunaris, Anularis, tapisan, septata, atau fimbria. Bila tidak berlubang disebut atresia himenalis atau himen imperforata.
Pada Coitus pertama hymen robek dibeberapa tempat. Namun tidak semua wanita mengeluarkan dara pada coitus pertama. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara/hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous. Setelah partus hanya tinggal sisa-sisa kecil pada pinggir introitus yang disebut carunculae myrtiformis. Ada beberapa Hymen yang abnormal, misalnya :
-      Hymen dengan beberapa lubang (hymen kribiformis)
-      primer tidak berlubang/ tertutup sama sekali (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.
-      himen septus, dan sebagainya.


i.   Perineum
Perineum (pada laki-laki dan perempuan) adalah area berbentuk seperti intan yang terbentang dari simfisis pubis di sisi anterior sampai ke koksiks di sisi posterior dan ke tuberositas iskial di sisi lateral. Perineum terletak diantara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.
1.2 Organ Reproduksi Dalam (genetalia internal)
Genetalia internal feminina terdiri dari :
1)        Vagina
2)       Uterus (rahim)
3)       Tuba Fallopii (tuba uterin)
4)       Ovarium
a.    Vagina
Vagina adalah fibromuskular yang dapat berdistensi, vagina merupakan Rongga muskulo-membranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Terletak antara kandung kencing dan rectum. Vagina menghubungkan genetalia eksterna dengan genetalia interna. Introitus vagina tertutup pada hymen (selaput dara), suatu lipatan selaput setempat. Pada seorang virgo selaput daranya masih utuh, dan lubang selaput dara (hiatus himenalis) umumnya hanya dapat dilalui oleh jari kelingking.
Bagian ototnya berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan dilatih. Dinding vagina mempunyai lipatan-lipatan yang berjalan cirkuler (berkerut) yang disebut rugae, terutama pada bagian bawah bawah vagina, Setelah melahirkan, sebagian dari pada rugae akan menghilang. Dinding depan vagina berukuran 9cm dan dinding belakangnya 11cm. Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga cairan yang selalu membasahi, yang berasal dari kelenjar rahim atau lapisan dalam rahim, ini menyerupai kulit.
Ke dalam puncak vagina menonjol ujung dari servix, bagian dari servix yang menonjol ke dalam vagina disebut portio (leher rahim), Daerah di sekitar cervix disebut fornix, oleh portio ini puncak vagna dibagi dalam 4 kuadran :
1)  fornix anterior,
2)  fornix posterior,
3)  fornix lateral dextra dan
4)  fornix lateral sinistra.
Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid. Lendir vagina banyak mengandung glikogen yang dapat dipecah oleh bakteri Doderlein, sehingga keasaman cairan vagina sekitar 4,5 (bersifat asam).
Organ ini merupakan organ yang mempunyai fungsi penting, seperti :
ü  sebagai jalan lahir bagian lunak,
ü  sebagai sarana hubungan seksual/ kopulasi (persetubuhan),
ü  Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
ü  saluran untuk mengalirkan lendir dan untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid.
ü  Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri.

1)      Ukuran dan lokasi. Vagina terletak diantara saluran kemih dan rektum. Organ ini menghadap uterus pada sudut sekitar 450 dari vestibula genetalia eksternal dan terletak antara kandung kemih dan uretra di sisi anterior dan rektum disisi posterior. Dibagian ujung atasnya terletak mulut rahim. Ukuran panjang vagina dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. Dinding vagina bagian belakang lebih panjang dan memebentuk forniks posterior yang jauh lebih luas dari pada forniks anterior.
2)     Struktur dinding vagina tersusun dari atventisia terluar, suatu lapisan otot polos, dan epitelium skuamosa bertingkat nonkeratinisasi yang dikenal sebagai lapisan vaginal. Sel-sel pada lapisan vaginal memiliki reseptor yang terikat pada membran untuk estrogen. Mukosa vagina berlipat-lipat horisontal, lipatan itu dinamakan rugae, sedangkan di tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding vagina terdiri dari lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Berbatasan dengan serviks membentuk ruangan lengkung antara lain forniks lateral kiri dan kanan, forniks anterior dan forniks posterior. Suplai darah vagina diperoleh dari arteri uterina, arteri vesikalis inferior, arteria hemoroidalis mediana, dan arteri pudendus interna.
a.    Sebelum pubertas dan setelah menopause, jika konsentrasi estrogen darah rendah, lapisan vagina menjadi tipis dan hampir seluruhnya terdiri dari sel-sel basal.
b.    Selama tahun-tahun reproduktif dan karena pengaruh estrogen, lapisan vaginal menjadi tebal dan terdiri dari 40 lapisan sel basa, sel intermediate, dan sel superfisial.
3)     Cairan dan haluaran vaginal. Vagina dilembabkan dan lumasi oleh

b.   Uterus (rahim)
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Dengan berat sekitar 30 gr. Terletak di panggul kecil diantara rectum (bagian usus sebelum dubur) dan di depannya terletak kandung kemih. Hanya bagian bawahnya disangga oleh ligamen yang kuat, sehingga bebas untuk tumbuh dan berkembang saat kehamilan.
Ruangan rahim berbentuk segitiga, dengan bagian besarnya di atas. Dari bagian atas rahim (fundus) terdapat ligamen menuju lipatan paha (kanalis inguinalis), sehingga kedudukan rahim menjadi ke arah depan. Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapis, yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang  sehingga dapat memelihara dan mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan. Rahim juga merupakan jalan lahir yang penting dan mempunyai kemampuan untuk mendorong jalan lahir. Segera setelah persalinan otot rahim dapat menutup pembuluh darah untuk menghindari perdarahan. Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat mengecil seperti semula.
Selama kehamilan uterus berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus. Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. Serviks uteri Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum).
Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.
Fungsi uterus (rahim):
ü Sebagai alat tempat terjadinya menstruasi
ü Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi
ü Tempat pembuatan hormon misal HCG
Bagian-bagian dari rahim (uterus):
ü Servik uteri
ü Korpus uteri
ü Fundus uteri
Secara histologis uterus dibagi menjadi tiga bagian:
ü Endometrium, yaitu lapisan uterus yang paling dalam yang tiap bulan lepas sebagai darah menstruasi
ü Miometrum, yaitu lapisan tengah lapisan ini terdiri dari otot polos
ü Perimetrium, merupakan lapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat.
Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum.
Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir uterus :
1.   Ligamentum cardinale sinistra & dextra (Mackenrodt)
Ligamen ini berjalan dari servix uteri dan puncak vagina ke arah lateral dinding panggul. Ligamen ini berfungsi untuk mencegah supaya uterus tidak turun, di dalamnya terdapat pembuluh darah yang arteria & vena uterina. Ada beberapa penyebab uterus menjadi turun, yaitu :
a)    Terlalu sering melahirkan
b)   Terlalu sering dipijat pada bagian sekitar uterus
c)    Orang yang sudah tua

2.   Ligamentum Sakro Uterinum sinistra & dextra
Ligamen ini berfungsi untuk menahan uterus supaya didak dapat bergerak Berjalan dari servik bagian belakang kiri kanan ke Os.sacrum

3.   Ligamentum Rotundum sinistra & dextra
Ligamen ini berjalan dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul
Pada perempuan hamil sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan ligamen rotundum tegang.

4.   Ligamentum Latum sinistra & dextra
Merupakan suatu jaringan lapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah belakang ligamentum latum terdapat ovarium/indung telur.

5.   Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra
Di dalam ligamen ini terdapat urat-urat syaraf kelenjar limfa serta arteria dan vena ovarika untuk darah yang memberikan ke ovarium dan uterus.

6.   Ligamentum ovarii proprium
Yang berjalan dari ovarium menuju ke bagian belakang Fundus uteri
Ligamentum ini secara embriologi berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum

Uterus adalah suatu struktur otot yang cukup kuat, bagian luarnya ditutupi oleh peritonium sedangkan rongga dalamnya dilapisi oleh mukosa rahim. Dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan dubur. Rahim berbetuk seperti bola lampu pijar atau buah pear, mempunyai rongga yang terdiri dari tiga bagian besar, yaitu :
ü Korpus uteri (badan rahim) berbentuk segitiga.
ü Serviks uteri (leher rahim) berbentuk silinder,
ü Kavum uteri (rongga rahim).
Bagian rahim antara kedua pangkal tuba, yang disebut fundus uteri merupakan bagian proksimal rahim.
Besarnya rahim berbeda-beda, bergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Ukurannya kira-kira sebesar telur ayam kampung. Pada nulipara ukurannya 5,5-8 cm x 3,5-4 cm x 2-2,5 cm; multipara 9-9,5 cm.
c.    Tuba Fallopii
Tuba Fallopii berasal dari ujung ligamentum latum berjalan ke arah lateral, dengan panjang sekitar 12 cm. Tuba Fallopii bukan merupakan saluran lurus, tetapi mempunyai bagian yang lebar sehingga membedakannya menjadi empat bagian. Di ujungnya terbuka dan mempunyai fimbriae (rumbai-rumbai), sehingga dapat menangkap ovum (telur) saat terjadi pelepasan telur (ovulasi). Saluran telur ini menyalurkan saluran hasil konsepsi (hasil pembuahan) menuju rahim. Tuba fallopii merupakan bagian yang paling sensitif  terhadap infeksi dan menjadi penyebab utama terjadinya kemandulan (infertilitas). Fungsi tuba fallopii sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu menjadi saluran tempat bertemunya spermatozoa dan ovum, mempunyai fungsi penangkap ovum, tempat terjadinya pembuahan (fertilitas), menjadi saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu menanamkan diri pada lapisan dalam rahim.
Fungsi tuba:
ü Tempat terjadinya fertilisasi
ü Saluran yang mengeluarkan hasil konsepsi
ü Fimbria mengangkat ovum yang keluar dari ovarium

d.    Indung Telur (Ovarium)
Indung telur terletak antara rahim dan dinding panggul, dan digantung ke rahim oleh ligamentum ovarii proprium dan ke dinding panggul oleh ligamentum infundibulo-pelvikum. Indung telur merupakan sumber hormonal perempuan yang paling utama, sehingga mempunyai dampak keperempuanan dalam pengatur proses menstruasi. Indung telur mengeluarkan telur (ovum) setiap bulan silih berganti kanan dan kiri. Pada saat telur (ovum) dikeluarkan perempuan di sebut  “dalam masa subur”.
Produksi telur pada perempuan sesuai dengan usia adalah sebagai berikut:
ü   Saat lahir bayi         : mempunyai sel telur 750.000
ü   Umur 6-15 tahun      : mempunyai sel telur 439.000
ü   Umur 6-25 tahun      : mempunyai sel telur 159.000
ü   Umur 26-35 tahun    : mempunyai sel telur 59.000
ü   Umur 35-45 tahun    : mempunyai sel telur 34.000
ü   Masa menopause semua sel telur  menghilang
Fungsi ovarium:
ü   Sebagai penghasil sel telur / ovum
ü   Sebagai organ yang menghasilkan hormon (estrogen dan progesteron)

e.    Parametrium (Penyangga Rahim)
Merupakan lipatan peritonium dengan berbagai penebalan, yang menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Lipatan atasnya mengandung tuba fallopii dan ikut serta menyangga indumg telur. Bagian ini sensitif terhadap infeksi sehingga mengganggu fungsinya. Hampir keseluruhan alat reproduksi perempuan berada di rongga panggul. Setiap individu perempuan mempunyai rongga panggul (pelvis ) yang berbeda satu sama lain. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan suatu proses persalinan. Dan perubahan ukuran pada panggul ini pula untuk mengukur umur kehamilan seorang perempuan.
3.   ORGAN REPRODUKSI / ORGAN SEKSUAL EKSTRAGONODAL

a.      Payudara
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan. Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.

b.      Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam. Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai ‘parfum’ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur.

4.   POROS HORMONAL SISTEM REPRODUKSI
Badan pineal Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf. Menurut kepercayaan kuno, dipercaya sebagai “tempat roh”. Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas.
  a.    Hipotalamus
Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah talamus. Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebagai hipofisis posterior (neurohipofisis).

Menghasilkan hormon-hormon pelepas :
-      GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone),
-      TRH (Thyrotropin Releasing Hormone),
-      CRH (Corticotropin Releasing Hormone),
-      GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone),
-      PRF (Prolactin Releasing Factor).
Menghasilkan juga hormon-hormon penghambat:
-      PIF (Prolactin Inhibiting Factor)

  b.  Pituitari / hipofisis
Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid. Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH – Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH – luteinizing hormone). Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain.

  c.    Ovarium
Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum). Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin.

  d.    Endometrium
Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi. Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid. Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi. Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.

  5.  HORMON-HORMON REPRODUKSI

  v  GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).

  v  FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.

  v  LH (Luteininzing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone).
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.(Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).

  v  Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
-      Pada uterus           : menyebabkan proliferasi endometrium.
-      Pada serviks          : menyebabkan pelunakan serviks & pengentalan                lendir serviks.
-      Pada vagina            : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
-      Pada payudara        : menstimulasi pertumbuhan payudara.
Estrogen juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
  v  Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.

  v  HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).

  v  LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen). Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate