Sabtu, 03 November 2012

SISTEM PEREDARAN DARAH FETOMATERNAL



 

Disusun oleh   : Nyimas Noviannisa
Nim                 : M10.02.0034
Materi kuliah   : Biologi Reproduksi
Dosen Pengajar: Sujiyatini, M. Keb
Topik               : Sistem peredaran darah fetomaternal



Sistem peredaran darah fetomaternal
Latar Belakang
Proses Sirkulasi Darah Janin : Peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa,hal ini dikarenakan, pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.Dalam sirkulasi darah janin ini diperlukan beberapa faktor untuk berlansungnya sirkulasi darah pada janin diantaranya adalah foramen ovale, duktus arteriosus bothalii, duktus venousus aranthii, vena umbilikalis, arteri umbilikalis dan plasenta .
Namun setelah janin lahir sirkulasi darah janin akan berubaha pada saat bayi lahir dan menangis,hal ini akan dapat meberikan perubahan pada organ paru dimana paru-paru mulai berkembang dan aliran darah akan berubah pada sirkulsi pada orang dewasa.

Tujuan
  1. Untuk mengetahui bagaimana sirkulasi darah pada fetus sebenarnya
  2. Agar dapat mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhui sikulsi darah pada janin
  3. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada sirkulasi darah fetus pada ssat fetus dilahirkan
Rumusan Masalah
  1. Proses sirkulasi darah fetus
  2. Faktor-faktor yang Mentukan Sirkulasi Darah Janin
  3. Sirkulasi Darah Janin Setelah Lahir
Pengertian
Sistem peredaran darah fetomaternal atau sirkulasi darah dari ibu ke janin yaitu ;
(1)   Foramen ovale
(2)   Duktus arteriosus Botali
(3)   Arteriae umbilikales lateralis
(4)   Duktus venosus arantii

Darah yang kaya O dan nutrisi yang berasal dari uri masuk ke tubuh janin melalui vena umbilikalis. Melalui duktus venosus arantii sebagian besar darh tersebut mengalir kevena kava inferior lalu masuk ke atrium dextra jantung. Sebagian kecil darah tadi mengalir ke hati dan seterusnya ke vena kava inferior seperti tadi. Dalam atrium dextra, sebagian besar darah ini akan mengalir secara fisiologi ke dalam atrium sinistra melalui foramen ovale. Dari atrium sinistra, darah mengalir ke ventrikel sinistra yang selanjutnya dipompakan ke aorta. Hanya sebagian kecil darah  dari atrium dextra mengalir ke ventrikel dextra bersama-sama dengan darah yang datang dari vena kava superior. Karena tekanan dari paru-paru yang belum berkembang, maka sebagian besar darah dari ventrikel dextra ini, yang semestinya mengalir ke paru-paru melalui aa.pulmonales, akan mengalir melalui duktus Botali ke Aorta. Sebagian kecil darah menuju paru-paru kemudian melalui vv.pulmonales ke  atrium sinistra. Dari aorta, darah akan mengalir ke seluruh tubuh membawa O dan nutrisi pada sel-sel organ tubuh janin. Hb yang dibuatoleh janin adalah hemoglobin fetal tipe F (HbF) sedangkan pada orang dewasa adalah HbA. Eritrosit yang mengadung HbF mempunyai daya penarik lebih tinggi terhadap oksigen dibanding HbA dalam keadaan PO dan pH darah yang sama.
Pada pernapasan janin intra-uterin, apabila saturitas O meningkat sampai melebihi 50% maka terjadi apnoe, tidak bergantung pada konsentrasi CO. Bila saturasi O menurun, maka pusat pernapasan menjadi menjadi sensitif terhadap rangsangan CO namun akan lebih sensitif bila kadar O turun dan saturasi O mencapai 25%. Sirkulasi utero-plasenter jelas berpengaruh terhadap pernapasan janin intra-utrin. Bila ada gangguan pada sirkulasi ini sehingga saturasi O turun, misalnya pada tetania uteri, eklamsi, tali pusat terjepit dan sebagainya, maka terjadi ketidakseimbangan asam basa pada janin yang berakibat lumpuhnya pernapasan janin.
Maturitas paru-paru dapat ditentukan dengan mengukur rasio lesitin-sfingomielin. Lipoprotein ini berfungsi untuk mengurangi tekanan pada permukaan alveoli dan memudahkan paru-paru berkembang pada penarikan napas pertama janin, refleks Marey adalah keadaan dimana bunyi denyut jantung janin melemah dan lambat setelah rahim berkontraksi. Keadaan ini adalah normal dan disebabkan adanya gangguan sememtara pada peredaran darah utero-plasenter. Di klinik, monitor denyut jantung janin adalah penting untuk mendeteksi adanya gawat janin.
Darah yang kembali dari sel-sel tubuh yang miskin O serta penuh sampah metabolisme dan lainnya akan dialirkan ke uri melalui aa.umbilikales.
Sewaktu bayi lahir, ia segera menangis fan menghirup udara yang menyebabkan paru-paru berkembang. Tekanan dalam paru-paru berkurang/mengecil dan darah tersebur ke dalam paru-paru. Dengan demikian duktus Botali tidak berfungsi lagi, karena tekanan dalam atrium sinistra meningkat, foramen ovale akan tertutup. Aa.umbilikales dan duktus Arantii akan mengalami obliterasi karena tali pusat dipotong dan diikat. Bayi yang baru lahir, kebutuhan O-nya hanya pada udara yang diisap ke paru-paru, dan kebutuhan makanan dan makanan yang dimakan.
PEREDARAN DARAH JANIN
Sebelum lahir, darah dari plasenta kira-kira 80% jenuh dengan 0 dialirkan kembali ke janin melalui vena umbilialis. Pada saat mendekati hati, sebagian besar darah ini mengalir melalui duktus venosus langsung masuk ke dalam vena kava inferior, dengan demikian memintas dari hati. Sebagian kecil daripadanya masuk ke sinusoid hati dan bercampur dengan darah yang berasal dari sirkulasi portal. Semacam mekanisme sfingter di dalam  duktus venosus,  di dekat tempat masuknya vena umbilikalis, mengatur aliran darah vena umbilikalis melalui sinusoid hati. Diperkirakan bahwa sfingter ini menutup apabila, karena kontrasi uterus, aliran balik vena terlampau tinggi, dengan demikiian dapat dicegah pembebanan jantung yang tiba-tiba.
Setelah melalui vena kava inferior yang pndek dan bercampur dengan darah yang tidak mengandung O yang kembali dari anggota badan bawah, darah ini memasuki atrium dextra. Disini darah diarahkan ke foramen ovale oleh katup vena kava inferior, dan sebagian besar darah mengalir langsung ke atrium sinistra. Tetapi sebagian kecil darah tidak dapat mengikuti jalan tersebut karena dihambat oleh tepi bawah septum sekundum, yaitu krista dividens, dan tetap berada di atrium dextra. Disini darah tersebut bercampur dengan darah desaturasi yang kembali dari bagian kepala dan lengan melalui vena kava superior.
Dari atrium sinistra, yang merupakan tempat percampuran darah ini dengan sedikit darah yang kembali dari paru-paru, darah memasuki ventrikel sinistra dan aorta asende. Oleh karena arteri koronaria dan arteri karotis merupakan cabang pertama aorta asenden, otot-otot jantung dan otak memperoleh darah yang kaya O. Darah yang rendah O dari vena kava superior mengalir melalui ventrikel dextra menuju ke trunkus pulmonalis. Oleh karena tahanan di dalam pembuluh pulmonal selama masajanin tinggi, sebagian besar darah ini mengalir langsung melaui duktus arteriosus menuju aorta desenden, dan bercampur dengan darah yang berasal dari aorta proksimal. Mulai berjalan melewati aorta desenden, darah mengalir menuju ke plasenta melalui kedua aa.umbilicales. angka kejenuhan O dalam aa,umbilicales kira-kira 58%.
Selama berjalan dari plasenta ke organ-organ janin, kadar O yang tinggi di dalam vena umbilikalis berangsur-angsur menurun karena bercampur darah yang jenuh CO. Secara teoritis, percampuran dapat terjadi di tempat-tempat berikut ;
-          Di hati (I),darah bercampur dengan sejumlah kecil darah yang datang dari sistem vena porta;
-          Di vena kava nferior (II),yang mengangkut darah yang jenuh CO yang kembali dari tungkai, panggul, dan ginjal,
-          Di atrium dextra (III), darah bercampur dengan arah yang kembali dari kepala dan lengan
-          Di atrium sinistra(IV), darah bercampur dengan arah yang kembali dari paru-paru
-          Di muara duktus arteriosus ke dalam aorta desendens (V).
Sirkulasi darah janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi, anak dan orang dewasa. Pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta. Dengan tidak berfungsinya mekanisme tersebut,harus terdapat mekanisme yang berfungsi sebagaialat ganti untuk :
1. Paru Janin
Terjadi pergantian O dengan CO melalui plasenta sehinggga paru-paru tidak memerlukan aliran darah.
2. Gastro intestinal
Gastro ientestinal yang belum berfungsi sebagaia alat penyerapan nutrisi,maka pembuluh darahnaya belum berfunngsi, kecuali pada janin digunakan untuk tumbuh kembang sendiri.
Perbedaan antara sirkulasi darah janin intra uterine dan ekstra uterine
antara lain adalah :
  1. Aliran darah arteri pulmonalis dari ventrikel kanan,darahnya akan dialirkan menuju aorta melalui erteria duktus Bothaki
  2. Darah dari vena umbilikal melalui liver langsung menuju vena cava inferior melalui duktus venous aranthi
  3. Darah dari vena cava inferior menuju jantung sebagian langsung menuju atrium kiri melalui foramen ovale
  4. Sebagian menuju ventrikel kiri dan selanjutnya ke aorta sebagian besar digunakan untuk konsumsi O  dan nutrisi susunan saraf pusat jantung .
Gambar.1 sirkulasi darah fetus intra dan ekstra urine

Faktor-faktor yang Mentukan Sirkulasi Darah Janin
a. Foramen Ovale
ü  Lubang antara atrum kanan dan atrium kirifadlie.web.id
ü  Aliran daranhnya : atrium kanan kiri
ü  Setelah janin lahir akan menutup
b. Duktus Arteriosus Bothali
ü  Pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta
ü  Menutup setelah lahir
c. Duktus venousus Aranthii
ü  Pembuluh yang berada dalam hepar menuju vena cava inferior
ü  Menutup setelah lahir
d. Vena Umbilcalis
ü  Berjumlah dua buah
ü  Membawa zat makanan dan O dari sirkulasi darh ibu ( plasenta ) ke peredaran darh janin
e. Arteri Umbilicalis
ü  Berjumlah dua buah
ü  Membawa sisa zat makanan dan CO dari janin ke sirkulasi darah ibu
ü  Pembuluh darah yang menghubungkan vena umbilikalis dengan vena cava inferior
f. Palsenta
ü  Jaringan yang menempel pada endometrium
ü  Tempat pertukaran antara darah janin dengan darah ibu .
Proses Sirkulasi Darah Janin ( Fetus )
Gambar.2 Sirkulasi darah fetus
  1. Darah janin dialirkan ke plasenta melalui aa.umbilicaliesyang membawa bahan makanan ang berasal dari ibu .
  2. Darah ini akan masuk ke badan janin melalui vena umbilikacalis yang bercabang dua setelah memasuki dinding perut janin .
  3. Cabang yang kecil akan bersatu dengan vena porta,darahnya akan beredar dalam hati dan kemudian dianggkut melalui vena cava hepatica kedalam vena cava inferior. Dan cabang satu lagi ductus venusus aranthii,akhirnya masuk ke vena cava inferior. Sebagian O dalam darah vena umbilikalis akan direabsorbsi sehingga konsentrasi O menurun .
  4. Vena cava inferior, langsung masuk ke atrium kanan, darah ini merupakan darah yang berkonsentrasi tinggi nutrisi dan O yang sebahagian menuju ventrikel kanan dan sebahagian besar menuju atrium kiri melalui foramen ovale.
  5. Dari ventrikel kanan masuk ke paru-paru,tetapi karena paru-paru belum berkembang maka darah yang tredapat pada arteri pulmonalis dialirkan menuju aorta melalui ductus arteriosus Bothalli. Darah yang ke paru-paru bukan untuk pertukaran gas tetapi untuk memberi makanan kepada paru-paru yang sedang tumbuh.fadlie.web.id
  6. Darah ynag berda di aorta disebarkan ke alat-alat badan,tetapi sebelumnya darah menuju ke aa.hypogastricae ( cabang dari arteri iliaca comunis ) lalu ke aa. Umbilicalles dan selanjutnya ke plasenta.
  7. Selanjutnya sirkulasi darah janin akan berulang kembali. Menerima nutrisi dan O dari plasenta melalui ductus venousus aranthii, menuju vena cava inferior yang kaya akan O dan nutrisi .
Gambar.3 proses sirkulasi darah fetus
Sirkulasi Darah Janin Setelah Lahir
Pada saat persalinan sebahagian besar bayi langsung menangis maka akan terjadi perubahan besar terhadap sirkulasi darah, diantaranya adalah :
1. Paru-paru berkembang dengan sempurna dan langsung dapat berfungsi untuk pertukaran O dan CO. Akibat perkembangan paru-paru terjadi perubahan sirkulasi darah diantaranya adalah :
  • Arteri pulmonalis kini langsung mengalirkan darah ke paru sehingga ductus arteriosus Bothalli akan menutup.
  • Perkembangan paru-paru menyebabkan tekanan negatif pada atrium kiri,karena drah diserahkan langsung oleh ventrikel kanan dan dialirkan menuju paru-paru yang telah berfungsi.
  • Akibat tekanan negatif pada atrium kanan, foramen ovale akan menutup dengan sendirinya,dan tidak lagi menjadi tempat aliran darah menuju atrium kiri.
2. Pemotongan Tali Pusat
  • Tali pusat di potong setelah bayi menangis dengan nyaring sehingga akan menambah jumlah darah bayi sekitar 50 % .
  • Dengan dilkaukannya pemotongan tali pusat berarti perubahan sirkulasi pada bayi telah berubah menjadi sirkulasi orang dewasa.
Kesimpulan
Peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa,hal ini dikarenakan, pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.Dalam sirkulasi darah janin ini diperlukan beberapa faktor untuk berlansungnya sirkulasi darah pada janin diantaranya adalah:
  • foramen ovale
  • duktus arteriosus bothalii
  • duktus venousus aranthii
  • vena umbilikalis
  • arteri umbilikalis dan plasenta
Jalur peredaran darah janin dapat digambarkan sebagai berikut :
Plasenta – vena umbilicalis -hati – ductus venosus /vena hepatica – vena cava inferior – atrium kanan – foramen oval – Atrium kiri – ventrikel kiri – aorta – kepala, tangan/ abdomen, thorax, kaki – arteri umbilicalis – plasenta.
Ini aliran darah yg kaya dengan nutrisi dan oksigen yang berasal dari sirkulasi darah ibu, namun setelah janin lahir sirkulasi darah janin akan berubaha pada saat bayi lahir dan menangis,hal ini akan dapat meberikan perubahan pada organ paru dimana paru-paru mulai berkembang dan aliran darah akan berubah pada sirkulsi darah seperti orang dewasa.

Referensi
Fadlie. 2011. Proses Sirkulasi darah Janin. Yogyakarta : http://www.fadlie.web.id/?p=2294 Dibuka Tanggal 03/04/2011 Pukul: 21:08 AM
Manuaba I.BG.2007.Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Prawirohardjo, Sarwono.2010. Ilmu Kebidanan.Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Sadler.T.W. 2000.EMBRIOLOGI KEDOKTERAN LANGMAN.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate