Dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu, Kementerian Kesehatan telah menekankan pentingnya Manajemen Aktif Kala III pada setiap asuhan persalinan normal. Saat ini, Manajemen Aktif Kala III telah menjadi prosedur tetap pada asuhan persalinan normal dan menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap tenaga kesehatan penolong persalinan (dokter dan bidan).
Secara teknis, Manajemen Aktif Kala III meliputi tindakan pemberian
uterotonika (oksitosin) profilaksis, penjepitan segera tali pusat pasca
lahirnya bayi, dan peregangan tali pusat terkendali untuk melahirkan
plasenta. Manajemen Aktif Kala III dikenalkan pada asuhan persalinan
normal untuk mengurangi perdarahan, salah satu penyebab utama kematian
ibu. Manajemen Aktif Kala III memperbarui prosedur yang ada sebelumnya.
Sebelum dikenalkannya Manajemen Aktif Kala III, seorang ibu bersalin
tidak diberikan uterotonika pasca lahirnya bayi dan plasenta dilahirkan
spontan tanpa peregangan tali pusat.
Sebuah studi analisis telah dilakukan oleh Begley CM dkk melalui The
Cochrane Collaboration, sebuah sumber referensi ilmu kedokteran berbasis
bukti (evidence-based medicine) terpercaya. Begley dkk
mereview lima buah penelitian yang melibatkan 6486 ibu bersalin. Seluruh
penelitian itu bertujuan membandingkan antara manajemen aktif versus
manajemen pasif pada kala III persalinan.
Dari hasil review penelitian tersebut, disimpulkan bahwa Manajemen
Aktif Kala III terbukti efektif mengurangi risiko perdarahan dan
menyelamatkan lebih dari 1 liter darah selama proses persalinan.
Pada studi analisis lain, Cotter dkk, juga melalui The Cochrane
Collaboration, juga melakukan review terhadap 14 penelitian yang
melibatkan 3000 ibu bersalin. Keempat belas penelitian tersebut
bertujuan meneliti manfaat pemberian oksitosin profilaksis pada kala III
persalinan. Cotter dkk menyimpulkan bahwa pemberian oksitosin
profilaksis pada kala III persalinan terbukti bermanfaat untuk mencegah
perdarahan pasca persalinan dan dapat menyelamatkan lebih dari 500 ml
darah pada persalinan.
Dengan demikian, Manajemen Aktif Kala III, termasuk pemberian injeksi
oksitosin profilaksis pasca lahirnya bayi, telah terbukti secara ilmiah
dapat mencegah perdarahan pasca persalinan. Seluruh tenaga kesehatan
penolong persalinan (dokter, bidan) diharapkan dapat melaksanakan
Manajemen Aktif Kala III pada setiap asuhan persalinan normal dalam
upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar