A. Radang
dan beberapa penyakit lain pada alat-alat genital wanita
RADANG
Pada
wanita terdapat hubungan dari dunia luar dengan rongga peritoneum melalui vulva, vagina, uterus, tuba fallopi.untuk
mencegah terjadinya infeksi dari luar dan untuk
menjaga jangan sampai infeksi
meluas , masing-masing alat traktus genitalis memiliki mekanisme pertahana.
Radang
pada alat-alat genital dapat timbul secara akut
dengan akibat meninggalnya penderita, atau penyakit bias sembuh sama
sekali tanpa bekas,atau dapat meninggalkan bekas seperti penutupan lumen
tuba.penyakit akut bisa juga menjadi menahun,atau penyakit dari permulaan sudah
menahun.
Leukorea
Leukorea
(white discharge ,flour albus, keputihan) adalah nama gejala yang diberikan
kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah
.Mungkin leukorea merupakan gejala yang paling sering dijumpai pada penderita
ginekologik, adanya gejalanya diketahui penderita karena mengotori celananya.
Dapat dibedakan antara leukorea yang fisiologik dan yang
patologik.Leukorea fisiologik terdiri atas cairan yang kadang-kadang berupa
mukus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang sedang pada leukorea
patologik terdapat banyak leukosit.
Leukorea
fisiologik ditemukan pada :
·
Bayi yang
baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari;disini sebabnya ialah pengaruh
estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin.
·
Waktu
disekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh estrogen,leukorea disini
dapat hilang sendiri.
·
Wanita
dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus, disebabkan oleh
pengeluaran transudasi dari dinding vagina.
·
Waktu
disekitar ovulasi ,dengan secret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi
lebih encer.
·
Pengeluaran
secret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri juga bertambah pada wanita dengan
penyakit menahun ,dengan neurosis,dan pada wanita dengan ektropion porsionis
uteri.
1.
VULVA
Vulva terdiri atas komponen-komponen
sebagai berikut: mons veneris, labia mayora,labia minora, klitoris,vestibulum
dengan orifisium uretra eksternum, glandula bartholini,dan glandula
paraurethtralis. Pada
radang vulva(vulvitis) vulva membengkak, merah, dan agak nyeri, kadang-kadang
disertai dengan gatal.
Pada umumnya vulvitis dapat dibagi 3
golongan:
a)
Yang
bersifat lokal,
b)
Yang
timbul bersama-sama atau sebagai akibat vaginitis,
c)
Yang
merupakan permulaan atau manifestasi dari penyakit umum.
Pruritas vulva
Pruritas vulva atau gatal pada vulva
adalah satu gejala yang sangat mengganggu serta mengesalkan penderita, dan
sering susah disembuhkan. Perlu
dicari sebab pruritas itu,akan tetapi biarpun dilakukan pemeriksaan yang
saksama, sebab-sebab itu tidak selalu bias ditemukan.
Sebab-sebab pruritas vulva dapat dibagi
dalam 2 golongan:
1.
Pruritas
primer atau idiopatik
2.
Pruritas
sekunder.
Pada pruritas idiopatik dengan
pemeriksaan teliti tidak ditemukan sebab organik, gejala itu dapat dianggap
sebagai manifestasi dari gangguan psikopatologik. Antara lain pada seorang
wanita yang mengalami frustasi dalam kehidupan seksual , atau yang ingin
menghindarkan diri dari hubungan seksual yang tidak disukai,dapat timbul
pruritas vulva.
Termasuk sebab-sebab dari pruritas
sekunder ialah :
·
Sebab local, seperti :
1.
Tiap-tiap
proses peradangan dan ulserasi pada kulit vulva,
2.
Distrofi,seperti
lichen sklerosus et atrofikants, leukoplaki, kraurosis,
3.
Leukorea
karena trikomonas vaginalis,kandida albikans,
4.
Parasit-parasit
seperti scabies, pedikulus kapitis,
5.
Iritasi
kulit karena sabun, kurang kebersihan, penggunaan cawet haid yang ketat
6.
Karsinoma.
·
Sebab-sebab
umum, seperti :
1.
Keadaan
umum yang tidak baik,misalnya kekurangan gizi,avitaminosis, anemia,
tuberculosis, karsinoma,
2.
Keadaan
toksik pada uremia, ikterus,
3.
Alergi
karena makanan,obat-obat,
4.
Diabetes
militus.
Penanganan
Yang paling penting ialah menemukan
sebabnya agar dapat diberi terapi kausal. Dapat dilakukan pemeriksaan darah
untuk mengetahui ada tidaknya anemia, pemeriksaan lambung terhadap akhlorhida, pemeriksaan gula darah (sebaiknya
dilakukan tes toleransi glukosa) atau biopsi. Dalam hal ini terapi bersifat
simptomatis,terapi ini terdiri dari :
a.
Kebersihan yang baik,dengan menghindarkan
celana dalam yang ketat dan pemakaian sabun atau obat-obat yang
dapat menimbulkan iritasi (sebaiknya menggunakan sabun bayi)
b.
Khususnya jika ada dugaan terhadap
alergi,diberi antihistamin,
c.
Pemberian salep-salep yang mengandung
0,5-1% hidrokortison (salep dipakai terus-menerus karena hidrokortison
mempunyai pengaruh vasokontriksi terhadap pembuluh-pembuluh darah di subkutis
dan dapat menimbulkan atrofi kulit
d.
Mengusahakan supaya penderita dapat
tidur nyenyak waktu malam
e.
Menjauhkan penderita dari keadaan yang
merupakan tekanan jiwa
Terapi endokrin mempunyai kegunaan,
terutama jika ada kekurangan estrogen, seperti pada wanita pasca menopause. Garukan
terus-menerus dapat menimbulkan lichenifikasi pada kulit. Jika itu
terjadi,kadang-kadang terpaksa dilakukan vulvatomi untuk membebaskan penderita
dari pruritasnya.
Kraurosis
vulva
Pada penyakit ini terdapat atrofi
dengan penipisan dan fibrosa kulit vulva mengakibatkan mengkerutnya kulit dan
stenosis introitus vagina. Labia minora klitoris,dan vestibulum terlibat akan
tetapi tidak sampai pada lipatan genitokrural dan perineum.tampaknya daerah
yang terkena kering dan mengkilat, dan berwarna putih sampai kemerah-merahan.
Penyakit ini ditemukan kebanyakan pada wanita-wanita sesudah
menopause, akan tetapi bisa pula
terdapat pada wanita muda . pada pemeriksaan histologik ditemukan bahwa epidermis menipis dan keratinisasi
kurang, dibawah epidermis tampak sekedar infiltrasi sel-sel radang, dan
disubkutis jaringan elastic berkurang dan terdapat degenerasi hialin.
Gejala-gejala kraurosis ialah
dispareunia dan kadang-kadang disuria. Pruritis umumnya tidak terdapat dan jika
ada harus dipikirkan adanya leukoplakia. Diagnosis dapat dibuat dengan
mengadakan biopsi. terapi
terdiri atas pemberian salep yang mengandung estrogen.
Infeksi pada glandula bartholini
(bartholinis)
Sering kali timbul pada gonorea, akan
tetapi dapat pula mempunyai sebab lain, misalnya streptokokus, atau basil koli. Pada bartholinitis
akuta kelenjar membesar, merah, nyeri dan lebih panas daripada daerah
sekitarnya.isinya cepat menjadi nanah yang dapat keluar melalui duktusnya, atau jika duktus tersumbat,mengumpul
didalamnya dan menjadi abses yang kadang-kadang dapat menjadi sebesar telur
bebek. Jika belum menjadi abses, keadaan bias diatasi dengan antibiotika, jika
sudah bernanah mencari jalan sendiri
atau harus dikeluarkan dengan sayatan. Radang
pada glandula bartholini dapat terjadi berulang-ulang dan akhirnya dapat
menjadi menahun dalam bentuk kista bartholini.
Kista bartholini tidak selalu
menyebabkan keluhan, akan tetapi kadang-kadang
dirasakan sebagai benda berat dan
menimbulkan kesulitan pada koitus. Jika kistanya tidak besar dan tidak
menimbulkan gangguan, tidak perlu
dilakukan tindakan apa-apa, dalam hal
lain perlu dilakukan pembedahan. Tindakan
ini terdiri atas ekstirpasi, akan tetapi tindakan ini bisa menyebabkan
perdarahan. Akhir-akhir ini dianjurkan
marsupialisasi sebagai tindakan tanpa
risiko dan dengan hasil yang memuaskan. pada
tindakan ini setelah diadakan sayatan dan isi kista dikeluarkan, dinding kista yang terbuka dijahit pada
kulit vulva yang terbuka pada sayatan.
Herpes genitalis
Herpes genitalis disebabkan oleh tipe 2
herpes virus hominis, yang dekat hubungannya dengan tipe 1 herpes virus
simpleks,penyebab herpes labialis. Herpes
genitalis umumnya dianggap sebagai
akibat hubungan seksual dan terjadi dalam 3 sampai 7 hari sesudah koitus. Jika
penyakit timbul, ditengah-tengah daerah
dengan radang dan edema tampak sejumlah vesikel yang biasanya berlokasi pada
labia minora, bagian dalam labia mayora dan prepusium klitoridis. Tempat-tempat
itu dirasakan panas dan gatal, dan karena digaruk sering timbul infeksi
sekunder. Kadang-kadang
tampak pula ulkus-ulkus kecil yang dangkal. Selain pada vulva penyakit
ditemukan pula pada vagina dan serviks uteri yang menyebabkan leukorea,
perdarahan, dan disuria. Dengan pengobatan simptomatis biasanya penyakit sembuh
sendiri, akan tetapi ada kemungkinan timbul kembali.
Diagnosis herpes genitalia dapat dibuat
dengan jalan pembiakan pada terapi dapat dilakukan terapi simptomatis dengan
obat-obat yang mengurangi rasa nyeri dan gatal, dan yang mengeringkan daerah
yang kena infeksi.
Kondiloma acuminatum
Kondiloma akuminatum berbentuk seperti
kembang kubis (cauliflower) dengan di tengahnya jaringan ikat dan ditutup
terutama dibagian atas oleh epitel dengan hyperkeratosis. Penyakit dapat dalam
bentuk kecil dan besar, sendirian atau berkelompok. Lokasinya ialah pada
berbagai bagian vulva, perineum, pada daerah perianal, pada vagina dan serviks
uteri.
Kondiloma akumita disebabkan oleh suatu
jenis virus yang banyak persamaanya
dengan penyebab veruka vulgaris. Adanya leukorea oleh sebab lain
memudahkan tumbuhnya virus dan kondiloma akuminata. kelainan ini juga sering ditemukan pada
kehamilan karena lebih banyak vaskularisasi
dan cairan pada jaringan.
Vulvitis diabetica
Pada vulvitis diabetika vulva merah dan
sedikit membengkak. Keluhan terutama rasa gatal, disertai rasa nyeri. jaringan pada penderita diabetes mengandung kadar glukosa yang lebih
tinggi, dan air kencing dengan glukosuria menjadi penyebab peradangan. Vulvitis
diabetika kadang-kadang dapat disertai dengan moniliasis.
2. VAGINA
Flora
vagina terdiri atas banyak jenis kuman, antara lain basil doderlein, streptokokus, stafilokokus, difteroid,
yang dalam keadaan normal hidup dalam simbiosis antara mereka. Jika simbiosis ini terganggu, dan jika
kuman-kuman seperti streptokokus, stafilokokus, basil koli, dan lain-lain dapat
berkembangbiak, timbullah
vaginitis nonspesifik.gejala yang penting pada vaginitis ialah leukorea,
terdiri dari cairan yang kadang-kadang bercampur dengan lender, dan dapat
menjadi mukopurulen, gejala ini sering disertai oleh rasa gatal dan membakar. Vaginitis biasanya disertai oleh
vulvitis, permukaan
vagina dan vulva pada vulvovaginitis menjadi merah dan agak membengkak, pada
vagina dapat ditemukan pula bintik-bintik merah (vaginitis granularis). Pada
vaginitis basil doderlein jarang terdapat atau tidak ada,flour yang dikeluarkan
mengandung banyak leukosit.
Trikomoniasis
Vulvovaginitis
ini disebabkan oleh trikomonas vaginalis. Trikomonas dapat ditemukan dalam
jumlah kecil dalam vagina tanpa gejala apapun, akan tetapi dalam beberapa hal
yang ada hubungannya dengan perubahan kondisi lingkungan, jumlah dapat
bertambah banyak dan menimbulkan radang.
Trikomonas vaginalis adalah suatu
parasit dengan flagella yang bergerak sangat aktif.walaupun infeksi dapat
terjadi dengan berbagai cara, penularan dengan jalan koitus ialah cara yang
paling sering terjadi.vaginitis karena trikomonas menyebabkan leukorea yang
encer sampai kental, berwarna kuning-kuningan dan agak berbau. Penderita
mengeluh tentang adanya flour yang menyebabkan rasa gatal dan membakar.
Terapi
:
terapi yang baik ialah dengan metronidazole atau yang lebih dikenal
Flagyl. Metronidazole yang diberikan per os dapat diserap dengan baik dalam
traktusn digestivus,dan mempunyai toksisitas rendah.pengobatan
metronidazole per os ialah dalam dosis
500 mg setiap 12 jam selama 5 hari,jadi
dosis total ialah 5 gram.pengobatan pervaginam saja dapat mengurangi
gejala-gejala, akan tetapi tidak menyembuhkan penyakit. Terapi hanya secara
pervaginam dianjurkan pada kehamilan
kurang dari 20 minggu atau pada penderita yang peka terhadap metronidazole.
Sebagai obat pervaginam dapat diberikan pula supositoria flagyl,supositoria
atau krem AVC, dan supositoria tricofuron.
Kandidiasis
Kandidiasis
disebabkan oleh infeksi dengan kandida albikans, suatu jenis jamur gram positif
yang mempunyai benang-benang pseudomiselia yang terbagi-bagi dalam kelompok
blastospores. Jamur ini tumbuh naik dalam suasana asam (ph 5.0-6.5) yang
mengandung glikogen, ia dapat ditemukan dalam mulut daerah perianal dan vagina
tanpa menimbulkan gejala. Ia dapat tumbuh dengan cepat dan menyebabkan
vaginitis pada wanita hamil,wanita yang minum pil kontrasepsi hormonal.
Vulvovaginitis karena infeksi dengan kandida albikans menyebabkan leukorea
berwarna keputih-putihan dan perasaan sangat gatal.
Terapi
: obat yang memberikan hasil yang baik
ialah Nystatin, suatu antibiotika dihasilkan oleh Streptomises noursei,yang
banyak dipakai ialah tablet vaginal Mycostatin(10.000 unit) dimasukkan dalam
vagina 1-2 tablet sehari selama 14 hari. Pemakaian mycostatin per os untuk
kandida yang masih bersarang dalam traktus digestivus. Untuk mencegah timbulnya
rasidif tablet mycostatin dapat diberikan per vaginam 1 minggu sebelum haid
selama beberapa bulan.
Hemofilus
vaginalis vaginitis
Sembilan puluh persen dari kasus-kasus
yang dahulu disebut vaginitis nonspesifik kini ternyata disebabkan oleh
hemofilus vaginalis, suatu basil kecil yang gram negatif. Gejala vaginitis ialah leukorea yang berwarna putih bersemu
kelabu, kadang-kadang kekuning-kuningan dengan bau yang kurang sedap. Vaginitis
ini menimbulkan pula perasaan sangat gatal,penyakit ini ditularkan melalui hubungan
seksual.
Terapi
:
harus diberikan kepada suami-istri,
berupa ampisillin 2 gram sehari untuk 5 hari, atau jika peka terhadap
penicillin dapat diberikan tetraksilin. Disamping itu kepada wanitanya dapat
diberi betadin vaginal douche.
3. SERVIKS
UTERI
Serviks
uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genitalia .
radang pada serviks uteri bisa terdapat pada porsio uteri diluar ostium uteri
eksternum dan atau pada endoserviks uteri.
Servisitas
akuta
Servisitas akuta dalam pengertian yang
lazim ialah infeksi yang diawali di endoserviks dan ditemukan pada gonorea, dan
pada infeksi postabortum atau postpartum, yang disebabkan oleh streptokokus,
stafilokokus.dalam hal ini serviks merah membengkak dengan mengeluarkan cairan
mukopurulen. Akan tetapi gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa
tampak ditengah gejala-gejala lain dari
infeksi yang bersangkutan.penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau menjadi
servisitis kronika.
Servisitis
kronika
Penyakit ini dijumpai pada sebagian
besar wanita yang pernah melahirkan.luka-luka kecil atau besar pada serviks
karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman kedalam endoserviks dan
kelenjar-kelenjarnya,lalu dapat menyebabkan infeksi menahun. Beberapa gambaran
patologis ditemukan.
vServiks kelihatan normal,hanya pada
pemeriksaan mikroskopik ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks.
Servisitis ini tidak menimbulkan gejala,kecuali pengeluaran secret yang agak
putih kuning.
vPada porsio uteri disekitar ostium
uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak dipisahkan secara
jelas dari epitel porsio disekitarnya, secret yang dikeluarkan terdiri atas
mucus bercampur nanah.
vSobekan pada serviks uteri disini lebih
luas dan mukosa endoserviks lebih
kelihatan dari luar (ekstropion). Mukosa dalam keadaan demikian mudah kena
infeksi dari vagina. Karena radang menahun serviks bisa menjadi hipertrofis dan
mengeras, secret mukopurulen bertambah banyak.
Infeksi-infeksi
khusus
a.
Gonorea
Kejadian penyakit gonorea terutama
tergantung pada banyaknya prostitusi dan kebebasan hubungan seksual diluar
perkawinan dinegri yang bersangkutan. Gonokokus adalah diplokokus yang gram
negatif, berbentuk seperti biji kopi. Kuman ini mudah diwarnai dengan metilen
biru alkalis dari loeffler, dengan karbol-fukhsin yang dicairkan, dan dengan
pironin (zat methyl-pironin dari pappenheim).
Gonokokus adalah parasit yang tidak
dapat hidup dalam segala macam keadaan, dan kuman ini hanya pathogen terhadap
manusia. Gonokokus menyerang selaput mukosa ,terutama yang mempunyai epitel torak, sendi, endokard, epitel tatah
konjungtiva, epitel vagina pada wanita belum dewasa dan yang tua juga mudah
diserang gonokokus.
Gejala
klinik
Infeksi gonorea yang akut adalah
perasaan sakit sewaktu kencing dan sering kencing, gatal pada vulva, secret
yang purulen dari uretra,kelenjar para urethralis, dan kelenjar bartholini, dan
sekresi yang mukopurulen dari serviks. Juga dijumpai kasus-kasus dimana
gejala-gejalanya sama sekali tidak ada, atau tanda-tanda radang tidak seberapa
menonjol.
Pada Gonorea menahun gonokokus dapat tetap bersarang biasanya pada
serviks uteri tanpa menyebabkan gejala apapun. Fokus infeksi ini dapat menimbulkan
gejala-gejala akut sesudah koitus, haid, atau partus. selain itu wanita dengan gonorea laten
ini dapat menularkan penyakitnya kepada partnernya melalui seksual.
Pencegahan penyakit gonorea
Cara profilaksis yang terbaik untuk
menghindari infeksi gonorea adalah menghindari hubungan seksual diluar
perkawinan. Tetapi, pencegahan penyakit gonorea dengan cara tersebut tidak
selalu dapat dilaksanakan.cara-cara berikut dapat dipergunakan :
Ø Anak-anak muda harus diberi penerangan
mengenai bahaya penyakit kelamin dan cara bagaimana mencegah penyakit ini.
Ø Koitus diluar perkawinan tanpa kondom
harus segera diikuti dengan memberikan obat-obat yang efektif dalam dosis
terapeutik dalam waktu 24 jam.
Ø Diasrama asrama militer kondom dan
cara-cara profilaktik lain harus disediakan Cuma-Cuma.
Ø Pessarium okklusivum tidak dapat
dilindungi uretra dan vulva terhadap infeksi tetapi dapat mencegah infeksi pada
serviks.
Ø Harus diadakan pengobatan Cuma-Cuma
untuk tiap-tiap orang yang kena infeksi dan meminta pertolongan.
Terapi
Terapi pada gonorea akut terdiri atas pemberian ,
· Penicillin G-prokain 4.8 juta satuan
intramuskulus masing-masing pada bokong kiri dan kanan didahului dengan 1 gram probenesid oral.
· Ampisillin 3,5 gram oral, ditambah
dengan 1 gram probenesid oral.
· selama 4 hari, jika penderita peka
terhadap penicillin. Pemakaian penicillin dan juga tetrasiklin dapat
menyebabkan jenis-jenis gonokokus menjadi resistens.
· Spektinomisin 2 gram intramuskulus
adalah terapi yang dianjurkan jika pengobatan dengan penicillin,ampisillin, dan
tetrasillin gagal.
b. Sifilis
Penyebab sifilis ialah Treponema
pallidum,yang ditularkan ketika hubungan seksual dengan cara kontak langsung
dari luka yang mengandung treponema.Treponema dapat melewati selaput lendir
yang normal atau luka pada kulit 10-90
hari sudah treponema memasuki tubuh terjadilah luka primer (chancre atau ulkus
durum).Chancre ini kelihatan selama 1-5 minggu dan kemudian sembuh secara
spontan.
Gambaran
klinik;
1.
sifilis primer, chancre atau ulkus durum kelihatan pada
tempat masuknya kuman 10-90 hari setelah terjadinya infeksi. Chancre berupa
papula atau ulkus dengan pingir-pinggir yang meninggi,padat, dan tidak sakit.
luka primer kadang-kadang terjadi pada selaput lendir atau kulit
ditempat lain (hidung,dada, perinium) dan pemeriksaan medan gelap (dark-field)
perlu dilakukan dalam usaha untuk menemukan Treponema palidum disemua luka yang dicurigai.
2.
Sifilis sekunder, gejala-gejala
pada kulit timbul kira-kira 2 minggu – 6 bulan (rata-rata 6 minggu) setelah
hilangnya luka primer. Kelainan yang khas pada kulit bersifat makulopapiler,
folikuler, atau pustuler.
3.
Sifilis laten, sifilis laten tidak mempunyai
tanda-tanda atau gejala-gejala klinis. Tanda positif hanya serum yang reaktif,
dan kadang-kadang cairan spinal juga reaktif . jika fase laten berlangsung
sampai 4 tahun, maka penyakit ini tidak menular lagi, kecuali pada janin yang
dikandung wanita yang berpenyakit sifilis.
4.
Sifilis tertier, kadang-kadang vulva ditemukan gumma.
Disini ada kecenderungan bagi gumma untuk menjadi ulkus dengan nekrosis dan
indurasi pada pinggirnya.
5.
Sifilis dan kehamilan, paling sedikit 2/3 dari wanita hamil
dengan sifilis berumur 20-30 tahun. Efek sifilis pada kehamilan dan janin
terutama tergantung pada lamanya infeksi terjadi, dan
pada pengobatannya. Jika penderita diberi obat dengan baik, ia akan melahirkan
bayi sehat. Jika ia tidak diobati, ia akan mengalami abortus atau partus
prematurus dengan bayi meninggal atau dengan tanda-tanda sifilis congenital .Apabila infeksi sifilis terjadi pada
kehamilan tua maka plasenta member perlindungan terhadap janin dan bayi dapat
lahir dengan sehat. Apabila infeksi terjadi sebelum plasenta tebentuk dan
dilakukan pengobatan dengan segera, infeksi pada janin mungkin dapat di cegah.
Pada tiap pemeriksaan antenatal perlu
dilakukan tes serologic terhadap sifilis.
Penanganannya
Sifilis primer dan sekunder : salah
satu dari yang dibawah ini dapat diberikan sebagai terapi :
o
Benzathin
penicillin G 2.4 juta satuan intramuskulus (1.2 juta satuan pada masing-masing
bokong kiri dan kanan)
o
Penicillin
dengan monostearat aluminium dalam minyak (PAM) 4.8 juta satuan intramuskulus ,
biasanya diberikan 2,4 juta satuan seperti diatas dan 1,2 juta satuan
berturut-turut selang 3 hari.
o
Prokain
penicillin G dalam akua,600.000 satuan intramuskulus setiap hari selama 8 hari
sampai berjumlah 4.8 juta satuan.
Sifilis
laten : Diberikan benzathin penicillin G 2.4 juta satuan intramuskulus.jika
tidak dilakukan pemeriksaan cairan spinal, maka penanganan harus juga
memperhitugkan kemungkinan adanya neurosifilis yang asimptomatik.untuk ini
diberikan benzathin penicillin G 1.2 juta satuan sebanyak 4 kali suntikan
intramuskulus untuk 7 hari. Bagi penderita yang sensitif terhadap penisilin
diberikan eritromisin 2 gram per os selama 10-15 hari.
4.
ENDOMETRIOSIS
Endometriosis adalah suatu keadaan
dimana jaringan yang menyerupai endometrium ditemukan diluar cavum uteri,
terutama dirongga panggul.
Histogenesis
Ada 4 teori :
a.
Regurgitasi transtubal.(Sampson)
Pada
waktu haid, darah dan bagian endometrium masuk ke cavum peritonei melalui
tuba,lalu tumbuh.bisa terjadi pada keadaan uterus yang retrofleksi,stenosis
cervical atau kelainan congenital.
b. Celomic
metaplasia doctrin.
Secara
embryologis, epitel germinal dan peritoneum pelvis berasal dari epitel coelom.
Oleh karena suatu perubahan yang abnormal (metaplasia) jaringan-jaringan
tersebut berubah menjadi jaringan yang menyerupai endometrium.
c.
Disseminasi limfatik.
Jaringan
endrometrium masuk kedalam sistim limfatik dari uterus pada waktu haid,
kemudian menyebar kedaerah panggul.
d. Hematogen
Untuk
keadaan endometriosis yang tidak dapat diterangkan dengan teori-teori tersebut
diatas.
Tempat-tempat
endometriosis :
Ø Ovarium
Ø Ligament-ligamen
Ø Septum rectovaginalis
Ø Peritoneum pelvis
Ø Umbilicus
Ø Luka laparotomo
Ø Kantong hernia
Ø Appendix
Ø Vagina
Ø Vulva
Ø Cervix
Ø Kelenjar lympha
Patologi
Gambaran makroskopis ; mempunyai variasi bermacam-macam.
Kadang-kadang tampak uterus dan adnexa seperti normal. Yang sering terjadi
ialah dimana ditemukan tumor massa dikiri kanan dari pelvis yang melekat
dibagian belakang bagian uterus. Bila dilepaskan akan keluar cairan kental
seperti coklat.ovarium biasanya berupa kista kecil dengan warna tua. Ukuran
kista jarang melebihi jeruk. Tuba tampak normal. Dibeberapa daerah tampak
perlekatan dengan daerah hemorrhagis berwarna biru tua.
Gambaran mikroskopis ; ditemukan jaringan endometrium diluar
cavum uteri, stroma dan kelenjarnya. Jaringan ini bukan saja dalam bentuk
histologisnya menyerupai endometrium tapi juga fisiologis, ialah kadang-kadang
ikut dalam proses haid.karena adanya desquamasi yang berulang, maka terjadi perubahan
dalam batas endometrium yang kemudian diganti oleh jaringan ikat dan jaringan
otot dan sel pseudo xanthoma. Oleh karena itu tidak jarang bahwa secara klinis
jelas sudah ada endometrium,tetapi secara histologist tidak dapat dibuktikan.
Endometriosis diovarium disebut kista
endometrial atau kista coklat tetapi tidak semua kista ovarium yang
mengandung cairan cokelat merupakan kista endometrial. Hal tersebut dapat
disebabkan perdarahan dalam kista follikel atau cystadenoma.
Endometriosis
di tempat-tempat lain
a. Ligament
sacrouterinum
Sering terjadi, berupa benjolan kecil
yang dapat diraba dari fornix. Dapat pecah dan menyebabkan iritasi pada
peritoneum.
b.Septum
rectovaginalis
Merupakan lanjutan dari endometriosis
uterosacral, sebagai benjolan didaerah rectum yang ikut dalam siklus haid.
Kadang-kadang menembus dinding vagina sebagai polyp vaginal, yang dapat
berdarah pada waktu haid.
c. Ligament
rotundum
Merupakan benjolan-benjolan kecil.
d.Umbilicus
Berupa benjolan kecil kebiru-biruan.
Ukurannya bertambah besar pada masa haid, sakit tekan, kadang-kadang pecah
kulitnya dengan perdarahan yang periodic.
e. Luka
perut laparotomi
Dapat terjadi pada setiap jenis
laparotomi. Benjolan didaerah ini dapat mencapai ukuran besar, disertai rasa
sakit yang periodic dan kadang-kadang perdarahan keluar.
Gejala klinik
Sering terjadi pada wanita berumur 25-45.
Lebih banyak ditemukan pada golongan kaya dari pada yang miskin. Mungkin
golongan yang rendah ini lebih sering hamil, sedangkan kehamilan dapat
menyembuhkan endometriosis. Dysmenorrhoe, sering terjadi bila disertai endometriosis
diligamen sacrouterium rasa sakit menjalar ke rectum dan daerah sacral.
Terapi
Ada 2 jenis terapi yang dapat digunakan
:
1. Operasi
Pada wanita muda dengan kista
endometrial yang unilateral, hanya dilakukan salpingo-oophorektomi
unilateral,kalau perlu disertai presacral neurektomi untuk menghilangkan rasa
sakit. Dengan cara ini sering semua gejala hilang dan dapat hamil 25-50%. Kalau
wanita sudah tua,tindakan operasi dapat lebih radikal,baik berupa hysterektomi
totalis atau dengan disertai salpingo oophorektomi bilateral.
2. Non operatif
a.
Radioterapi
Dilakukan pada penderita yang
diagnosanya sudah jelas dan keadaan umumnya kurang baik. Maksudnya ialah
castrasi.
b.
Terapi
hormonal
Pada wanita yang masih ingin punya
anak.
·
Progesteron.
Diberikan terus menerus untuk
menciptakan keadaan pseudopregnancy. Selama
pseudopregnancy tidak terjadi perdarahan baru dan darah lama diabsorbsi.
Pengobatan ini dapat diberikan sampai berbulan-bulan. Ada kemungkinan dosisnya
makin lama harus ditinggikan sampai 40mg sehari untuk mencegah perdarahan.
·
Testosterone.
Dosis 5mg per oral sehari,dapat
menghilangkan gejala tanpa mencegah ovulasi. Baik untuk wanita muda yang ingin
punya anak.
·
Oral pills.
Tumor
Alat Kandungan
Ø Tumor vulva
Tumor
jinak pada vulva :
1. Tumor
Kistik vulva
a.
Kista
kelenjar Bartholini
Dapat berasal dari bartholini kronis,
teraba sebagai suatu tonjolan pada bagian belakang dari labium majus, mudah
digerakkan. Umumnya tidak memberikan keluhan,tetpi kadang-kadang mengalami
pernanahan.
Terapi ; ekstirpasi dan harus dapat diangkat
seluruhnya, sebab dapat menyebabkan residif.
b.
Kista sebacea atau inclusi
Terjadi sebagai akibat penyumbatan dari
kelenjar sebacea yang. meradang.
Biasanya terjadi pada bagian dalam dari labia mayora atau minora. Isinya bahan
sebacea dan sering mengalami suppurasi.
Terapi ; kalau perlu eksisi.
c.
Kista
mucinosa
Kadang-kadang ditemukan dekat uretra
atau bagian dalam dari labia minora.
d.
Kista
saluran wolff
Sebagai sisa dari mesonephron, jarang
sekali tampak dari vulva kecuali bila ukurannya cukup besar.
e.
Kista
saluran nuck (hydrocele)
Ligament rotundum yang berinsersi pada labium majus membawa
elemen peritoneum. Kadang-kadang bagian ini terlepas dari perlekatannya dan
berisi cairan, sehingga timbul kista yang merupakan benjolan di labium. Kista
ini analog dengan dengan hydrocele pada pria.
f.
Endometriosis
Jarang terjadi biasanya timbul pada
daerah kelenjar bartholini pada tiap haid,akan terasa sakit.
Terapi ; operatif dan non
operatif.
2. Tumor
solid vulva :
a. Fibroma
Berasal dari jaringan fibrous dari
vulva biasanya berukuran kecil atau sedang, dan bertangkai. Ukuran yang
terbesar 268 pounds.
Terapi ; operasi.
b.
Lipoma
Jarang terjadi hampir menyerupai
fibroma. Berasal dari jaringan lemak disekitar labium mayus dengan konsistensi
lunak, dapat bertangkai dan mencapai ukuran besar.
Terapi
; operasi.
c.
Condylomata
Yang terjadi ialah condyloma acuminate
(runcing). Penyebabnya ialah virus HPV type 6 dan II. Terjadi kalau vulva terus
menerus dibasahi oleh flour. Tampak sebagai pertumbuhan yang menyerupai jengger
ayam dengan ukuran berbeda-beda, multiple berserakan di vulva dan perineum.
Bila disertai kehamilan tampak lebih besar menyerupai bloemkool dan dapat
menghalangi persalinan.
Terapi
; podophylin 25% dalam tincture benzoin, sulfonamide systemic dan local,
operatif, albothyl.
d.
Angioma
Walaupun jarang terjadi, sering
mengganggu karena iritasi oleh popok,urine dan faece. Sifatnya congenital dan
dapat menghilang sendiri bila anak menjadi besar.
Terapi ; tidak perlu ada tindakan
kecuali bila ada indikasi.
e.
Hydradnoma
Walaupun jarang tetapi dianggap penting
juga oleh karena sering disangka sebagai adeno carcinoma,berasal dari kelenjar
peluh vulva, tampak sebagai benjolan kecil, bentuk dan konsistensi menyerupai
fibroma. Kadang-kadang kulit diatasnya jadi merah, granuler atau berulcus.
Dalam keadaan ini dapat berdarah, umumnya tidak memberikan gejala,
kadang-kadang ada gatal-gatal. Tempatnya pada bagian dalam dari labia
majora,tapi bisa pula pada labia minora atau perineum.
Terapi
; eksisi
f.
Myoblastoma
sel granuler
Jarang, berasal dari selaput myelin
saraf.
Terapi
; ekstirpasi
g.
Nevus
Sering terjadi, mungkin berasal dari
irritasi. Penyakit ini dianggap penting,oleh karena walaupun luas vulva hanya
1% dari seluruh permukaan tubuh, tetapi 7-10% dari melanoma yang ganas pada
wanita terjadi pada genitalia externa.
Terapi ; eksisi yang kemudian dilakukan
pemeriksaan PA karena ada bahaya keganasan.
Tumor
ganas pada vulva :
Carcinoma
vulvae,
Setelah ca dari uterus (servik dan
korpus)dan ovarium, ca dari vulva merupakan penyakit yang paling sering terjadi. Frekuensinya kurang lebih
3-4% dari seluruh tumor ganas primer
dari saluran genital. Lekoplaki dianggap
keadaan yang praecarcinomateus.
a. Ca
in situ
Ca
in situ dari vulva merupakan suatu kesatuan yang nyata, walaupun lebih jarang
dari pada ca in situ dari cervix. Sifatnya pun hampir bersamaan, misalnya pada
penyakit inipun ditemukan aktifitas mitose yang abnormal dari lapisan epitel,
hanya saja disini jenisnya spinal, dan pula masih ditemukan tanda-tanda
diferensiasi dari sel komponen walaupun jelas adanya anaplasi intraepithelial.
Tapi jarang sekali ditemukan jenis sitologi ca in situ dari vulva yang murni. Paget’s disease dari vulva adalah
bentuk khas dari ca in situ yang
ditandai oleh lesi merah dari epitel yang menebal, dan secara mikroskopis
ditemukan ” paget cells” yang besar dan pucat.
b. Carcinoma invasive
Umumnya
merupakan penyakit wanita tua. Frekuensi yang tertinggi ialah pada umur 70
tahun. Penyakit ini dapat mulai di tiap bagian dari vulva. Jenis histologisnya
yang sering ditemukan carcinoma sel basal. Hanya ca primer gl. Bartholini jenisnya mungkin
adeno ca, transitional epidermoid. Makroskopis tampak keputih-putihan ,
berulcus-ulcus atau granulomateus.
c. Ca sel basal
Jarang
terjadi, tampak sebagai ulcus dengan pinggir yang melipat. Dalam pertumbuhannya vulva ca makin lama makin
besar, dengan pertambahan indurasi, ulcerasi, dan oedem. Bila biarkan dapat
merusak seluruh vulva. Metastase dapat mencapai kelenjar limfe femoral dan
inguinal dalam waktu yang singkat, oleh karena komunikasi saluran limfe
didaerah ini sangat banyak.
Gejala
: mula-mula berupa rasa sakit dan
gatal, sering kali dalam anamnesa ada keluhan pruritas yang lama. Pada stadium
yang lebih lanjut sakitnya makin hebat, sehingga perlu obat-obat analgetik.
Diagnostic : biopsy percoaan
Terapi
; 1. Operasi, untuk ca in situ –vulvektomi- PA.
Untuk ca invasive-vulvektomi radikal
dengan mengangkat kelenjar limfe didaerah femoral dan inguinal.
Menurut Collins, hasil operasi
tergantung pada luasnya daerah ca, kalau kurang
dari 3 cm prognose baik, kalau lebih dari 3 cm perbaikan tidak mungkin,5
years survival ; 50%
2.Radioterapi : x-ray jarang
dipergunakan kecuali di skandinavia.
Ø Tumor
vagina
Tumor
jinak pada vagina :
1. Kista
vagina
Ada 2 jenis kista vagina yang sering
terajadi yaitu :
a.
Kista
inculasi
Terjadi didinding bagian bawah, umumnya
dibagian posterior, timbulnya dari inculasi dibawah permukaan mucosa, sebagai
akibat dari lacerasi perineal atau penyembuhan yang kurang
baik pada perineoplastik. Umumnya
berukuran tidak lebih dari beberapa cm
dan tidak jarang bersifat multiple. Dindingnya terdiri atas epitel gepeng
berlapis dan isinya menyerupai keju.
b.
Kista gartner
Berasal dari sisa saluran Wolff, yang
berjalan dibagian lateral depan dari dinding vagina. Ukurannya bermacam-macam,
mulai dari kista yang kecil sampai demikian besar sehingga menonjol dari
introitus vaginae. Umumnya terletak pada bagian anterolateral. Secara
mikroskopis, dindingnya dilapisi oleh bermacam-macam jenis epitel, bisa kubis,
silindris, berambut atau tidak berambut dan kadang-kadang berlapis.
Jenis
tumor vagina lainnya :
·
Fibroma
·
Fibromyoma
·
Adenosis
·
Condylomata
acuminate
·
Endometriosis
·
Haematokolpos.
Gejala
:
Hampir tag memberikan gejala,biasanya diketahui
secara tidak disengaja oleh penderita.
Tumor ganas pada vagina :
1.
Carcinoma primer
Lebih
jarang terjadinya dari ca vulvae, hamper selalu dari jaringan epidermis. Hanya
kadang-kadang saja ditemukan jenis adeno-carcinoma. Umumnya terletak pada
dinding belakang, berkembang sebagai penumbuhan yang papiler atau dengan
indurasi yang kemudian mengalami ulcerasi dengan gejala perdarahan. Pada
stadium yang lanjut dapat mengadakan penetrasi kerectum, sehingga
menimbulkan fistel rectovaginal.
Terapi
: Operasi dan radioterapi
2.
Carcinoma in situ
Bisa terjadi sebagai :
Ca primer vagina, bersamaan atau
sebagai lanjutan ca intraepitelial dari cervix, akibat ca cervix yang infasif.
Terapi : - radioterapi : radium atau cobalt
-vaginektomi
total.
3.
Carcinoma
sekunder
Jenis ini sering terjadi, dapat
merupakan metastase dari :
-
Ca
cervik : Bila hanya mengenai 2/3 prox- stadium II
Bila sudah mengenai 1/3 distal- stadium III
-
Ca corpus
: kalau vagina sudah terkena berarti
corpus ca-nya sudah mencapai stad III.
Terapi : radiasi
-
Chorio
carcinoma :
Vulva dan vagina merupakan tempat
metastase chorio ca yang paling banyak di samping metastase ke paru-paru.
Tampak sebagai benjolan berwarna merah kebiru-biruan, batas jelas, bila
disertai nekrose jadi rapuh dapat menyebabkan perdarahan yang hebat.
Terapi : - ekstirpasi dan chemoterapi
4.
Sarcoma
Jarang
ditemukan, tetapi dapat terjadi pada semua umur. Yang terkenal ialah jenis yang
mempunyai bentuk anggur, yang disebut “ sarcoma botryoides”. Oleh spieglberg
disebut sebagai “ sarcoma colli uteri hydropicum papillare”. Sifatnya sangat
ganas, mula-mula disangka berasal dari cervix uteri dan mempunyai hubungan yang
erat dengan mixed mesodermal tumors dari vagina. Kadang-kadang ada persamaan
histologist dengan sarcoma mesodermal, walaupun asalnya berbeda.
Umumnya
jenis tumor ini terdapat pada bayi, walaupun kadang-kadang ditemukan pula pada
wanita dewasa. Bentuknya yang menyerupai anggur berwarna merah jambu, polip
yang oedematus dan menonjol dari vagina dapat dikatakan pathognomonis. Pada
stadium yang lanjut, seluruh vagina dapat dikenai,dengan disertai metastase ke
servix, parametrium dan abdomen.
Terapi : operatif terdiri dari vaginektomi dan
hysterektomi radikal dan radioterapi.
Ø Tumor
servix
Tumor
jinak pada servix
a.
Condylomata
acuminate
Jarang terjadi,biasanya pada wanita
dengan leucorrhoea yang banyak.
Terapi : podophyllin dan ekstirpasi
b.
Polyp
servix
Umumnya bertangkai, berasal dari mucosa
intraservical tapi kadang-kadang dapat pula tumbuh dari daerah portio.
Makroskopis : Dapat tunggal atau multiple dengan
ukuran beberapa cm, warna
kemerah-merahan dan rapuh. Kadang-kadang
tangkainya jadi panjang sampai menonjol dari introitus. Kalau asalnya dari
portio konsistensinya lebih keras dan pucat dengan tangkai yang tebal.
Histologis : berasal dari mucosa yang dilapisi oleh
1 lapis epitel yang terdiri dari sel-sel silindris yang tinggi, yang khas
berasal dari endocervix,dengan kelenjar servix dan stroma dari jaringan ikat
yang halus disertai oedem dan infiltrasi sel bulat. Sering pula disertai
ulcerasi pada ujungnya yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Banyaknya polip
cervik yang menunjukkan metaplasia yang luas disertai infeksi menyerupai
permulaan dari carcinoma, ca epidermoid kadang-kadang berasal dari polyp.
Gejala-gejala
:
sering tidak memberikan gejala apa-apa dan baru diketahui pada
pemeriksaan rutin lainnya. Kalau besar dapat menyebabkan fluor dan perdarahan
intermenstruil atau perdarahan kontak setelah coitus. Mengedan terlalu kuat
seperti waktu defekasi, dapat pula menyebabkan perdarahan. Seringkali
gejala-gejalanya menyerupai carcinoma pada stadium permulaan.
Diagnose : inspeksi,palpasi,biopsi
Terapi : ekstirpasi(+ kuretase),cauterisasi
Tumor ganas pada servix
Carcinoma
cervix :
Penyakit
ini mungkin merupakan yang terpenting diantara penyakit-penyakit alat kandungan
lainnya, disebabkan oleh karena frekuensinya yang tinggi dan akibatnya terhadap
penderita. Mamma ca lebih tinggi frekuensinya, tetapi cervix ca lebih sering
mematikan. Lebih banyak diketahui mengenai
perkembangan epidermoid ca dari cervix dari pada penyakit-penyakit ca
lainnya. Proses perubahan dari suatu epithelium yang normal, sampai menjadi ca
invasive yang memberikan gejala , merupakan proses yang perlahan-lahan dan
mengambil waktu bertahun-tahun. Dari saat diketahui adanya ca intraepithelial
sampai adanya metastase kesekitarnya mengambil waktu 10 tahun atau lebih.
Frekuensi
: frekuensi penyakit
ini berbeda-beda tergantung pada klinik yang melaporkannya, bangsa, umur,dll.
Misalnya : untuk wanita yahudi frekunsi 3,6 per 10.000,
wanita porto rico 97,6 per 100.000, negro : 47,8 per 100.000 dan wanita kulit
putih 13,5 per 100.000. publikasi yang baru menunjukkan bahwa ada perubahan
didalam perbandingan antara frekuensi ca cervix dan ca endometrium. Kalau dulu
ratio ini berkisar antara 6 atau 8:1,
sekarang menjadi 3:1. Ini berarti bahwa frekuensi ca corpus jadi lebih
meningkat.
Etiologi
: walaupun dalam arti
biologis sebab ca cervix belum diketahui,tetapi ada keadaan tertentu yang
berhubungan erat sekali dengan penyakit ini, sehingga dapat dianggap sebagai
factor-faktor etiologi.
1. Factor
social
a.
Telah
diketahui bahwa frekuensi ca cervix pada wanita yahudi jauh lebih rendah
dibandingkan dengn wanita kulit putih lainnya. Mereka menyangka bahwa
persetubuhan dengan laki-laki yang tidak disunat lebih banyak menyebabkan ca
cervix, karena hygiene penis tidak terawatt,dimana terdapat kumpulan-kumpulan
smegma.tetapi ada laporan-laporan lainnya mengatakan bahwa tidak ada
hubungannya antara tidak disunat dengan terjadinya ca cervix.
b.
Adanya
hubungan antara kawin muda atau coitus pertama pada umur muda dengan terjadinya
ca cervix.umur antara 15-20tahun merupakan periode rentan. Periode latent
antara coitus pertama dan terjadinya ca kurang lebih 30 tahun.
c.
Wanita
yang kawin lebih banyak dikenai penyakit ini daripada yang tidak kawin. Salah
satu bukti mengenai hal ini ialah dengan memeriksa sebab kematian dari 13.000
biarawati ternyata tidak satupun mati karena ca cervix.
Patologi : ada
2 jenis bentuk patologi,
a.
Berasal
dari portio (cervix pars vaginalis) disebut squamous cell atau epidermoid ca.
b.
Berasal
dari canalis cervicalis disebut adeno carcinoma.
Jenis yang pertama lebih sering
terjadi.kedua jenis ini lebih ganas dari corpus ca. kadang-kadang ditemukan
juga jenis sarcoma, tetapi jarang sekali.
Karsinoma servix timbul dibatas antara
epitel yang melapisi ektoserviks (porsio) dan endoserviks kanalis serviks yang
disebut sebagai squamo-columnar junction
(SCJ). Histologik antara epitel gepeng berlapis (squamous complex) dari
porsio dengan epitel kuboid/silindris pendek serlapis bersilia dari endoserviks
kanalis servix . pada wanita muda SCJ ini berada diluar ostium uteri eksternum,
sedang wanita berumur >35 tahun,SCJ berada didalam kanalis servix. Pada awal
perkembangan kanker servix tak memberi tanda-tanda dan keluhan. Pada
pemeriksaan dengan speculum, tampak sebagai porsio yang erosive ( metaplasi
skuamosa) yang fisiologik atau patologik.
penanganannya
terapi
karsinima serviks dilakukan bila mana diagnosis telah dipastikan secara
histologik dan sesudah dikerjakan
perencanaan yang matang oleh tim yang
sanggup melakukan rehabilitasi dan pengamatan lanjutan (tim kanker /tim
onkologi). Pada tingkat klinik (KIS) tidak dibenarkan dilakukan
elektrokoagulasi atau elektrofulgerasi, bedah krio (crysurgery) atau dengan
sinar laser, kecuali bila yang menangani seorang ahli dalam kolposkopi dan
penderitanya masih muda dan belum mempunyai anak. Dengan biopsy kerucut
(conebiopsy) meskipun untuk diagnostic,acapkali menjadi terapeutik. Ostium
uteri internum tidak boleh sampai rusak karenanya. Bila penderita telah cukup
tua, atau sudah mempunyai cukup anak,uterus tidak perlu ditinggalkan agar
penyakit tidak kambuh (relapse) dapat dilakukan histerektomi sederhana (simple
vaginal hysterektomi).
Karsinoma
serviks uterus dalam kehamilan
Tumor
ganas diserviks tidak menghalangi untuk adanya kehamilan. Terdapat kira-kira 1
di antara 3000 kehamilan. Tidak ada perbedaan antara karsinoma serviks dalam
dan diluar kehamilan, mengenai perjalanan penyakitnya, dalam rasio kesembuhan
pada tingkat klinik yang sama. Untuk penanganan primer dipilih pembedahan,
karena penyinaran mempunyai efek samping yang merugikan penderita yang berusia muda.
Penanganan sirugik didasarkan atas tingkat
klinik penyakit dan umur kehamilan. Pada tingkat 0 kehamilan diteruskan sampai
partus berlangsung spontan, dan bila 3 bulan pasca persalinan masih tetap ada,
maka ditangani seperti kondisi tidak hamil dengan memperhatikan tingkatan
klinik yang ada saat itu.
Pada
tingkat klinik I,II, keatas dengan kehamilan :
1.
Trisemester
-I dan awal trimester-II: histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul
dengan janin in utero.
2.
Trimester-II
lanjut: ditunggu sampai janin viable (dapat hidup diluar rahim (kehamilan >
34 minggu). Dikerjakan seksio sesarea klasik/corporal, diteruskan dengan
histerektomi radikal dan limfadenektomi panggul.
3.
Trimester-III
: seksio sesarea klasik/corporal dilanjutkan dengan histerektomi radikal dan
limfadenektomi panggul.
4.
Pasca
persalinan : histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul.
Ø Tumor
korpus uteri
1.
Hyperplasia
endometrium
Sering dihubungkan dengan perdarahan fungsional.
Sebetulnya penamaan functional bleeding adalah penamaan klinis, sedang
hyperplasia adalah klasifikasi PA walaupun hyperplasia endometrium merupakan
penyebab functional bleeding, tetapi masih ada penyebab lainnya.
Gambaran
histologist :
Gambaran histologist ini disebabkan karena rangsangan estrogen
yang terus-menerus tanpa progesterone. Hal ini berhubungan dengan siklus
anovulatoar. Dalam keadaan ini follikel tidak pecah. Tapi tumbuh terus dan
menyebabkan penumbuhan yang abnormal
dari endometrium. Perubahan yang khas pada ovarium ialah tidak adanya
corpus luteum disertai adanya satu atau beberapa follikel yang berfungsi,
kadang-kadang berbentuk polykistik, kadang-kadang cortex menebal, sehingga
menyerupai ovarium stein-leventhal. Kadar estrogen yang meninggi menghambat
produksi gonadotropin(feed back mechanism). Akibatnya rangsangan terhadap
pertumbuhan follikel berkurang, kemudian terjadi regresi dan diikuti oleh
perdarahan.
Gambaran
Mikroskopis :
Tampak gambaran yang disebut swiiss cheese
pattern, dengan sifat sebagai berikut :
-
Disparitas
lumen kelenjar-kelenjar
-
Epitel
kubis atau silindris, dengan inti yang jelas
-
Stroma
hyperplastik
-
Tidak ada
tanda sekre
Hyperplasia focal
Terjadi hyperplasi secara setempat disebabkan pada daerah
itu terdapat endometrium basal yang immature, yang tidak responsive terhadap
pengaruh progesterone. Disini terjadi hyperplasia walaupun siklusnya
biphapatic.
Gambaran mikroskopis :
Banyak
variasi, bila tampak sebagai polyp. Biasanya penumbuhan polyp hanya sampai
ostium internum, tidak pernah sampai ke canalis cervikalis, oleh karena canalis
servicalis tidak dipengaruhi estrogen. Kadang-kadang endometrium tebalnya
normal atau lebih tipis.
Hyperplasia
proliferative (atypis)
Suatu
keadaan dimana tampak proliferasi yang hebat sehingga sukar dibedakan dengan
ca. dapat mengenai seluruh permukaan endometrium atau setempat. Dalam keadaan
yang meragukan halban menganjurkan dictum sbb: Nict karzinom, aber besser
heaus.
Terapi
: Pada wanita muda, hyperplasia kadang-kadang dapat baik sendiri, oleh karena
endometrium yang hyperplastik dapat keluar dengan menstruasi. Pada wanita tua
=> hysterektomi.
Sebab perdarahan pada hyperplasia :
Secara
umum disebabkan oleh karena pengaruh timbale balik dari ovarium dan hypofise.
Factor-faktor
local yang ikut terlibat ialah :
-
Adanya
nekrobiosis setempat
-
Perubahan
pembuluh darah dalam bentuk bertambahnya permeabilitas.
-
Adanya
saluran pembuluh darah yang menyerupai sinus yang letaknya dipermukaan.
Polyp endometrium
-
Merupakan
hyperplasi endometrium setempat
-
Bertangkai
kadang-kadang panjang sekali, sampai keluar dari vagina.
-
Dapat
ganda atau tunggal.
Gejala-gejal
-
Umumnya
ditemukan pada umur 40 tahun
-
Perdarahan
-
Nyeri
bersifat kolik kalau polyp besar.
Terapi
: kuretase
2. Adeno carcinoma dari korpus uteri
Corpus carcinoma = endometrial
carcinoma, frekuensinya lebih tinggi dari adeno ca cervix, tetapi lebih kurang
dari epidermoid ca cervix.kalau ca dari cervix banyak ditemukan pada golongan
rendahan, ca corpus justru sering ditemukan pada kelas tinggi. Lebih sering
terjadi pada wanita yang tidak kawin dan
nullipara. Factor-faktor lain yang agaknya berpengaruh ialah geografi,status
rasial atau ethic. Juga dengan meningginya life expectancy kemungkinan mendapat
ca corpus makin besar. Umur rata-rata untuk mendapat ca corpus ialah 57 tahun,
jadi lebih tua dari pada ca cervix.
Adenoacanthoma
dari uterus
Merupakan
variasi dari adeno ca endometrium,
dimana ditemukan sel gepeng. Sel ini
umumnya berdiferensiasi baik, bentuknya seragam tetapi acanthosis yang
terjadi bersama-sama dengan ca corpus adalah maligna. Dari mana asalnya belum
jelas.
Penyebaran adeno ca
: daerah penyebarannya ialah,
myometrium,ovarium melalui tuba atau susunan limfe, vagina(prognosa lebih
jelek),kelenjar limfe, peritoneum, jauh,hati, paru-paru.
Terapi : irradiasi, operasi,terapi
hormonal, irradiasi+ operasi.
3.
Myoma
uteri
Merupakan jenis tumor uterus yang
paling sering. Disangka bahwa 20% dari wanita berumur 35 tahun menderita myoma
uteri, walaupun tidak disertai gejala-gejala.
Myoma
uteri tidak pernah terjadi setelah menopause, bahkan yang telah adapun biasanya
mengecil bila mendekati masa menopause. Bila myoma uteri bertambah besar pada
masa postmenopause, harus difikirkan kemungkinan terjadinya degenerasi maligna
(sarcoma).
Berdasarkan
posisi myoma terhadap lapisan-lapisan uterus, dapat dibagi dalam 3 jenis.
1.
Myoma submucosa
Tumbuhnya tepat dibawah endometrium.
Paling sering menyebabkan perdarahan
yang banyak, sehingga memerlukan hysterektomi, walaupun ukurannya kecil.
Adanya myoma submucosa dapat dirasakan
sebagai suatu “curet bump”(benjolan waktu kuret). Kemungkinan terjadinya
degenerasi sarcoma juga lebih besar pada jenis ini. Sering mempunyai tangkai
yang panjang sehingga menonjol melalui cervix atau vagina disebut sebagai myoma
submucosa bertangkai yang dapat menimbulkan “Myomgeburt” sering mengalami
nekrose atau ulcerasi.
2.
Interstitial atau intramural
Terletak pada myomametrium. Kalau besar
atau multiple dapat menyebabkan pembesaran uterus dan berbenjol-benjol.
3.
Subserosa atau subperitoneal
Letaknya dibawah tunica serosa,
kadang-kadang vena yang ada dipermukaan pecah dan menyebabkan perdarahan
intraabdominal. Kadang-kadang myoma subserosa timbul diantara dua ligament
latum, merupakan myoma intraligamenter. Yang dapat menekan ureter. Adakalanya
tumor ini mendapat vascularisasi yang lebih banyak dari omentum sehingga lambat
laun terlepas dari uterus, disebut sebagai parasitic myoma. Myoma subserosa
yang bertangkai dapat mengalami torsi.
Gejala-gejala :
Adanya myoma tidak selalu memberikan gejala,
·
Tumor massa, dibawah perut
Seringkali
penderita pergi ke dokter karena adanya gejala ini.
·
Perdarahan
Biasanya dalam bentuk menorrbagi. Yang sering
menyebabkan gejala perdarahan ialah jenis submucosa sebagai akibat pecahnya
pembuluh-pembuluh darah. Perdarahan oleh myoma dapat menimbulkan anemia yang
berat. Myoma intramural juga dapat menyebabkan perdarahan, oleh karena ada
gangguan kontraksi otot uterus. Jenis subserosa tidak menyebabkan perdarahan
yang abnormal. Kalau ada perdarahan yang abnormal harus diingat akan
kemungkinan yang lain yang timbul bersama dengan myoma yaitu : adeno carcinoma,
polyp, factor fungsionil.
·
Nyeri
Gejala ini tidak khas untuk myoma , walaupun sering terjadi.
Keluhan yang sering diutarakan ialah rasa berat dan dysmenorrhoe. Timbulnya
rasa nyeri dan sakit pada myomata mungkin disebabkan gangguan peredaran darah,
yang disertai nekrose setempat, atau disebabkan proses radang dengan perlekatan
ke omentum usus. Kadang-kadang pula rasa sakit disebabkan torsi pada myoma
subserosa. Dalam hal ini sifatnya akut disertai enek dan muntah-muntah. Pada
myoma yang sangat besar, rasa nyeri dapat disebabkan karena tekanan terhadap
urat syaraf, dan menjalar ke pinggang dan tungkai bawah.
· Akibat
tekanan= pressure effect
Bila
menekan kandung kencing akan menimbulkan kerentanan kandung kencing (bladder
irritability), pollakisuria dan dysuria. Bila uretra tertekan bisa timbul retention urinae. Bila
berlarut-larut dapat menyebabkan hydroureteronephrosis. Tekanan pada rectum
tidak begitu besar, kadang-kadang menyebabkan konstipasi dan kadang-kadang
sakit pada waktu defekasi. Tumor dalam cavum douglasi dapat menyebabkan
retention urinae. Kalau besar mungkin ada gangguan pencernaan. Kalau terjadi
tekanan pada vena cava interior akan terjadi oedema dari tungkai bawah.
Gejala-gejala
sekunder ;
-
Anemia
-
Lemah
-
Pusing-pusing
-
Sesak
nafas
-
Fibroid
heart, sejenis degenerasi myocard, yang dulu disangka berhubungan dengan adanya
myoma uteri. Sekarang anggapan ini disangkal.
-
Erythrocytosis
pada myoma yang besar.
4.
Adenomyosis
Adenomyosis
adalah suatu kelainan benigna pada uterus, dimana terjadi invasi dari jaringan
endometrium kelapisan myometrium. Jadi, adenomyosis adalah suatu endometriosis
yaitu suatu pertumbuhan yang ektopik dari jaringan endometrium. Nama lain dari endometriosis ialah Endometriosis interna.
Endometriosis
interna ialah endometriosis yang mengenai daerah panggul lainnya. Kedua jenis
endometriosis mempunyai banyak sifat yang sama. Yang berbeda ialah bahwa yang
interna lebih banyak terjadi pada wanita di atas 40 tahun dan telah punya
anak,sedangkan yang eksterna terutama mengenai wanita muda yang mandul.
Patologi
Pembesaran
uterus pada adenomyosis bersifat difusi, tidak berbenjol-benjol seperti myoma
uteri. Dinding uterus menebal terutama sering mengenai dinding belakang.
Pembesaran uterus biasanya tidak terlalu besar,maksimum sebesar jeruk. Tetapi
adenomyosis sering terjadi bersama-sama dengan myoma uteri. Adenomyosis sering
menyebabkan perlekatan-perlekatan dengan alat-alat sekitarnya.
Gejala-gejala klinik :
Menorrhagi dan dysmenorrnoe
Keluhan
ini sering menghebat pada umur lebih tua (50 tahun ) dan pada multiparitas. Menorrhagi disebabkan oleh karena
jumlah endometrium yang bertambah dan dysfungsi ovarium. Dysmenorrnoe bersifat kolik, karena kontraksi uterus yang
terangsang oleh pembekakan pulau endometrium yang ikut dalam siklus menstruasi.
Bila disertai endometriosis externa yang biasanya mengenai ligamentum
sacrouterium, rasa sakitnya menjalar kedaerah rectum dan daerah sacral.
Terapi
: karena penyakit ini tergantung pada
fungsi ovarium maka bila ditemukan pada wanita premenopausal dengan
gejala-gejala yang tidak begitu hebat, dilakukan hysterektomi atau kalau perlu
disertai pengangkatan kedua ovarium,( tergantung pada umur dan adanya
endometriosis externa ).
5.
Sarcoma dari uterus
Terjadi lebih jarang dari carcinoma.
Frekuensinya 15% dari seluruh tumor
ganas uterus. Walau pun jarang,tetapi dianggap penting karena mudah menyebar
secara hematogen keparu-paru dan hepar.
Leiomyosarcoma : merupakan komplikasi yang jarang dari myoma
uteri, frekuensi kurang lebih 0,2 %. Bila ada pembesaran myoma pada post
menopause harus dicurigai adanya sarcoma.
Histologist, paling sedikit harus ditemukan
2 gambaran mitotic per HPF,untuk dapat, membuat diagnose sarcoma.
6.
Chorio carcinoma
Biasanya
tejadi sebelah mola hydalidosa.
Gejala
:
-
Pernah
menderita mola hydatidosa,abortus atau kehamilan biasa.
-
Metrorrhagia
-
Uterus
tetap besar dan lunak ( subinvolusi)
-
Metastase
divagina berupa tumor yang berwarna biru atau di paru-paru ( menimbulkan
haemoptoe)
-
Reaksi
biologis tetap positif.
Mikroskopis :
-
Sel-sel
trofoblas
-
Nekrose
-
Perdarahan
-
Infeksi
-
Terapi :
methotrexate dan hysterektomi.
Ø Tumor
ovarium
Tumor jinak pada ovarium
Banyak
tumor ovarium tidak menunjukkan gejala
dan tanda,terutama tumor ovarium yang kecil. Sebagian besar gejala ada tanda
adalah akibat dari pertumbuhan, aktivitas endokrin, atau komplikasi tumor-tumor
tersebut.
Akibat
pertumbuhan
Adanya tumor didalam perut bagian bawah
bisa menyebabkan pembenjolan perut. Tekanan terhadap alat-alat disekitarnya
disebabkan oleh besarnya tumor atau
posisinya dalam perut. Misalnya, sebuah kista dermoid yang tidak seberapa besar
tetapi terleak didepan uterus dapat menekan kandung kemih dan dapat menimbulkan
gangguan miksi,tekanan tumor dapat mengakibatkan obstipasi, edema pada tungkai.
Pada tumor yang besar dapat terjadi tidak nafsu makan, rasa sesak dll.
Diagnosis
:
Jika
tumor ovarium bersifat neoplastik,
timbul persoalan apakah tumornta jinak atau ganas. Tidak jarang hal ini tidak
dapat diperoleh kepastian sebelum dilakukan operasi,akan tetapi pemeriksaan
yang cermat dan analisis yang tajam dari gejala-gejala yang ditemukan dapat
membantu dalam pembuatan diagnosis diferensial. Metode-metode yang selanjutnya
dapat menolong dalam pembuatan diagnosis yang tepat ialah :
§ Laparoskopi
Pemeriksaan ini sangat berguna untuk
mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak dan untuk menentukan
sifat-sifat tumor itu.
§ Ultrasonografi
Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan
letak dan batas tumor, dan dapat pula dibedakan antara cairan dalam rongga
perut yang bebas dan yang tidak.
§ Foto roentgen.
Pemeriksaan ini berguna untuk
menentukan adanya hidrotoraks. Selanjutnya pada kista dermoid kadang-kadang
dapat dilihat adanya gigi dalam tumor.
§ Parasentesis
Fungsi pada asites berguna untuk
menentukan sebab asites. Perlu diingat bahwa tindakan tersebut dapat
mencemarkan kavum peritonei dengan isi kista bila dinding kista tertusuk.
Dibawah ini tumor-tumor dibagi dalam
tumor nonneoplastik dan tumor neoplastik jinak,dan tumor neoplastik jinak dalam
tumor kistik tumor solid.
1.
Tumor
nonneoplastik
a. Kista
follikel
Kista ini berasal dari folikel d e graaf
yang tidak sampai berovulasi, namun tumbuh terus menjadi kista folikel, atau
dari beberapa folikel primer yang setelah bertumbuh dibawah pengaruh estrogen
tidak mengalami proses atresia yang lazim, melainkan membesar menjadi kista.
Bisa didapati satu kista atau beberapa dan besarnya biasanya dengan diameter
1-1,5 cm.
b. Kista
korpus luteum
Dalam keadaan normal korpus luteum
lambat laun mengecil dan menjadi korpus albikans. Kadang-kadang korpus luteum
mempertahankan dirinya,perdarahan yang sering terjadi didalamnya menyebabkan
terjadinya kista, berisi cairan yang berwarna merah coklat karena darah tua.
Frekuensi kista korpus luteum lebih jarang daripada kista folikel,dan yang
pertama bisa menjadi besar daripada yang kedua.
Pada pembelahan ovarium kista korpus luteum member gambaran
yang khas. Dinding kista terdiri atas lapisan berwarna kuning ,terdiri atas sel-sel luteum yang
berasal dari sel-sel teka.kista korpus luteum dapat menimbulkan gangguan haid,
berupa amenore diikuti oleh perdarahan tidak teratur . adanya kista dapat pula
menyebabkan rasa beratd diperut bagian bawah. Rasa nyeri didalam perut yang
mendadak dengan adanya amenore sering menimbulkan kesulitan dalam diagnosis
diferensial dengan kehamilan ektopik yang terganggu.
Penanganan kista korpus luteum ialah menunggu sampai kista hilang sendiri. Dalam hal
dilakukan operasi atas dugaan kehamilan ektopik terganggu, kista korpus luteum
diangkat tanpa mengorbankan ovarium.
c. Kista
teka lutein
Pada mola hidatidosa,koriokarsinoma,
dan kadang-kadang tanpa adanya kelainan tersebut, ovarium dapat membesar dan
menjadi kistik. Kista biasanya bilateral dan bisa menjadi sebesar tinju. Pada
pemeriksaan mikroskopik terlihat luteinisasi sel-sel teka . sel-sel granulose
dapat pula menunjukkan luteinisasi, akan tetapi seringkali sel-sel menghilang
karena atresia. Tumbuhnya kista ini dipengaruhi
oleh hormone koriogonadotropin yang berlebihan, dan dengan hilangnya
mola atau koriokarsinoma, ovarium mengecil spontan.
d. Kista
inkulasi germinal
Kista
ini terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian-bagian kecil dari pitel
germanitivum pada permukaan ovarium. Tumor ini lebih banyak terdapat pada
wanita yang lanjut umurnya, dan besarnya jarang melebihi diameter 1 cm. kista
ini biasanya secara kebetulan ditemukan pada pemeriksaan histologik ovarium
yang diangkat waktu operasi.
Kista
terletak dibawah permukaan ovarium, dindingnya terdiri atas satu lapisan epitel
kubik atau torak rendah dan isinya cairan jernih dan serus.
e. Kista
endometrium
Kista
ini endometriosis yang berlokasi di ovarium.
2.
Tumor ovarium neoplastik
a. Kistoma
ovarii simpleks
Kista
ini mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali
bilateral, dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan didalam
kista jernih, serus dan berwarna kuning.
Pada dinding kista tampak lapisan epitel kubik. Berhubung dengan adanya
tangkai, dapat terjadi torsi (putaran tangkai)
dengan gejala-gejala mendadak. Diduga bahwa kista ini suatu jenis
kistadenoma serusom,yang kehilangan epitel kelenjarnya berhubung dengan tekanan
cairan dalam kista.
b. Kista
endometrioid
Kista
ini biasanya unilateral dengan permukaan licin, pada dinding dalam terdapat
satu lapisan sel-sel,yang menyerupai lapisan epitel endometrium. Kista ini yang
ditemukan oleh sartesson dalam tahun 1969, tidak ada hubungannya dengan
endometrium ovarii.
c. Kista
dermoid
Sebenarnya
kista dermoid ialah satu teratoma kistik yang jinak dimana struktur-struktur
ektodermal dengan diferensiasi sempurna,seperti epitel kulit,rambut,gigi,dan
produk glandula sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak nampak lebih
menonjol daripada elemen-elemen entoderm dan mesoderm. Tentang histogenesis
kista dermoid,teori yang paling banyak dianut ialah bahwa tumor berasal dari
sel telur melalui proses parthenogenesis.
Angka
kejadian
Tumor
ini merupakan 10% dari seluruh neoplasma ovarium yang kistik,dan paling sering
ditemukan pada wanita yang masih muda. Ditaksir 25% dari semua kista dermoid
bilateral, lazimnya dijumpai pada masa reproduksi walaupun kista dermoid dapat
ditemukan pula pada anak kecil. Tumor ini dapat mencapai ukuran yang sangat
besar, sehingga beratnya mencapai beberapa kilogram.
Gmbaran
klinik
Tidak ada cirri-ciri yang khas pada kista dermoid. Dinding
kista kelihatan putih,keabu-abuan,dan agak tipis. Konsistensi tumor sebagian
kistik kenyal, dibagian lain padat. Sepintas lalu kelihatan seperti kista
berongga satu, akan tetapi bila dibelah,biasanya Nampak satu kista besar dengan
ruangan kecil dalam dindingnya. Pada
umumnya terdapat satu daerah pada dinding
bagian dalam,yang menonjol dan padat.
Tumor
mengandung elemen-elemen ektodermal,mesodermal dan entodermal. Maka dapat
ditemukan kulit,rambut,kelenjar sebasea,gigi (ektodermal), tulang rawan, serat
otot jaringan ikat( mesodermal), dan mukosa traktus gastrointestinalis, epitel
saluran pernapasan, dan jaringan tiroid (entodermal).
Pada
kista dermoid dapat terjadi torsi
tangkai dengan gejala nyeri mendadak diperut bagian bawah. Ada kemungkinan pula
terjadi sobekan dinding kista dengan akibat pengeluaran isi kista dalam rongga
peritoneum.kista dermoid adalah satu teratoma yang kistik .umumnya teratoma
solid ialah suatu tumor ganas,akan tetapi biarpun jarang,dapat juga ditemukan
teratoma solidum yang jinak.
Terapi
pada kista dermoid terdiri atas pengangkatan,biasanya dengan seluruh
ovarium.
d. Fibroma ovarii
Semua tumor yang padat adalah
neoplasma. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa mereka itu semuanya neoplasma
yang ganas, meskipun semuanya mempunyai potensi maligna. Potensi menjadi ganas
ini sangat berbeda pada berbagai jenis,umpamanya sangat rendah pada fibroma
ovarium dan sangat tinggi pada teratoma embrional yang padat. Fibroma ovarii
berasal dari elemen-elemen fibroblastic stroma ovarium atau dari beberapa sel
mesenkhim yang multipoten.
Fekuensi
: tumor ini merupakan 5% dari semua
neoplasma ovarium dan paling sering ditemukan pada penderita dalam masa
menopause dn sesudahnya.
Gambaran
klinik : tumor ini dapat
mencapai diameter 2 sampai 30 cm,dan beratnya dapat mencapai 20 kilogram,
dengan 90% unilateral. Permukaannya tidak rata.konsistensi keras,warnanya merah
jambu keabu-abuan. Tentang kepadatan tumor,ada yang konsistensinya memang
betul-betul keras yang disebut fibroma durum, sebaliknya ada yang cukup lunak
dan disebut fibroma molle. Neoplasma ini terdiri atas jaringan ikat dengan
sel-sel ditengah-tegah jaringan kolagen. Selain mempunyai struktur fibroma
biasa,kadang-kadang terdapat bagian-bagian yang mengalami degenerasi hialin.
Mungkin pula terdapat elemen-elemen otot polos (fibromioma ovarii) dan
kelenjar-kelenjar kistik (kistadenofibroma ovarii). Fibroma ovarii yang besar
biasanya mempunyai tangkai,dan dapat terjadi torsi dengan gejala-gejala
mendadak. Yang pen ting ialah bahwa pada
tumor ini sering ditemukan sindrom meigs. Potensi keganasan pada fibroma ovarii
sangat rendah kurang dari 1%.
Terapi : terapi terdiri atas operasi yaitu ooforektomi sesudah operasi, asites dan
hidrothoraks menghilang secara spontan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar