Jumat, 18 November 2011

Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Lanjut Usia [Lansia]


Masalah reproduksi pada usia lanjut terutama pada seorang wanita sangat dirasakan ketika masa kesuburannya berakhir (menopause), meskipun sebenarnya seorang laki- laki juga akan menghadapi hal yang sama yaitu mengalami penurunan fungsi reproduksi (andropause) walaupun dalam hal ini kejadiannya lebih tua dibanding pada seorang wanita.
Dalam kesempatan ini bagaimana kita menyingkapi hal tersebut, sehingga menopouse bukan menjadi momok yang harus ditakuti lagi bagi seorang wanita.

APAKAH MENOPAUSE ITU?

Keadaan dimana seorang wanita berhenti haid untuk selamanya (mati haid). Diagnose menopouse dibuat bila seorang wanita sudah tidak haid sekurang- kurangnya 1 tahun.

The Embrionic Phases

V. THE EMBRYONIC PHASES
Bab V
Fase Embrio


Catatan penerjemah:
Dokumen asli [dalam Bahasa Inggris] dicetak dengan huruf biasa.
Dokumen terjemahan dicetak dengan huruf seperti ini.

We present to you Dr. G.C. Goeringer, Course Director and Associate Professor of Medical Embryology at the Department of Cell Biology, School of Medicine, Georgetown University, Washington, D.C.. We met with him and asked him whether in the history of embryology there was any mention of the different stages of embryonic development and whether there were any books on embryology at the time of the Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam) or the centuries after him which mention these various stages, or whether the division into these different stages only came to be known in the middle of the nineteenth century. He said that the ancient Greeks were concerned with the study of embryology and many of them attempted to describe what happens to the fetus and how it develops. We agreed with him that Aristotle, among others, attempted to expound some theories on the subject, but was there any mention made of these stages?

Hipotermi Pada Bayi Baru Lahir



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Hipotermia menggambarkan keadaan di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu yang kewalahan dalam menghadapi stressor dingin. Hipotermia diklasifikasikan sebagai kebetulan atau disengaja, primer atau sekunder, dan dengan tingkat hipotermia.
Upaya mencegah hipotermi pada bayi baru lahir sangat penting dan merupakan prioritas agar  bayi terhindar dari kondisi yang tidak dikehendaki.Hipotermi dapat terjadi setiap saat apabila suhu sekeliling bayi rendah dan upayamempertahankan suhu tubuh tetap hangat tidak diterapkn dengan tepat, terutama pada masastabilisasi yaitu 6-12 jam pertama setelah lahir. Contoh, terjadi hipotermi karena beberapa hal, seperti : bayi baru lahir dibiarkan basah dan telanjang selama menunggu plasenta lahir, bayi baru lahir mudah sekali terkena hipotermi. Hal ini disebabkan oleh karena

Kamis, 17 November 2011

KEHIDUPAN JANIN DARI INTRA KE EKSTRA UTERI


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan-perubahan yang segera terjadi sesudah kelahiran sebagai akibat perubahan lingkungan dalam uterus ke luar uterus. Maka bayi menerima rangsangan yang bersifat kimiawi, mekanik dan termik. Hasil perangsangan ini membuat bayi akan mengalami perubahan metabolik, pernafasan , sirkulasi dan lain-lain. Hal ini untuk mengenal / menemukan kelainan yang perlu mendapat tindakan segera yang berhubungan dengan bayi baru lahir.
Sehingga dengan di buatnya makalah ini kami lebih mengerti secara detail tentang transisi kehidupan janin dari intra ke ekstra uteri.
1.2 Rumusan Masalah
· Apa proses dari transisi kehidupan janin dari intra ke ekstra uteri
· Sistem-sistem yang di pengaruhi dari transisi kehidupan janin dari intra ke ekstra uteri.
1.3 Tujuan
· Untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen pembimbing
· Sebagai bahan acuan sebagai seorang calon bidan dalam mengamati transisi kehidupan janin dari intra ke ekstra uteri
· Untuk menambah pengetahuan yang lebih mendetail.
BAB II
PEMBAHASAN
TRANSISI KEHIDUPAN JANIN DARI INTRA KE EKSTRA UTERI
2.1 Transisi pada sistem Pernapasan
Setelah bayi lahir dan ibu yang sedang tidak dalam pengaruh anestesi, biasanya bayi akan mulai bernafas segera dan mempunyai irama pernapasan yang normal dari semula. Organ yang bertanggung jawab untuk oksigensi janin sebelum bayi lahir adalah plsenta. Selama masa kehamilan bayi mengalami banyak perkembangan yang menyediakan infrastruktur untuk mulainya proses pernapasan. Pada masa kehamilan di trimester II atau III janin sudah mengembangkan otot-otot yang diperlukan untuk bernapas, alveoli juga berkembang dan sudah mampu menghasilkan surfaktan, fosfolipid yang mengurangi tegangan permukaan pada tempat pertemuan antara udara- alveoli. Ruang interstitial antara alveoli sangat tipis sehinga memungkinkan kontak maksimum antara kapiler dan alveoli untuk pertukaran udara.

Translate